Komdigi dan Sinar Mas Land Resmikan Hub Inovasi Garuda Spark di BSD City

Komdigi dan Sinar Mas Land Resmikan Hub Inovasi Garuda Spark di BSD City
Momen foto bersama jajaran pejabat KOMDIGI dan Pemerintah Daerah, jajaran direksi Sinar Mas Land, serta seluruh stakeholder, seperti perusahaan teknologi, startup, talenta digital, pelaku industri, investor, akademisi, dan komunitas, dalam Launching Garuda Spark Innovation Hub di Biomedical Campus BSD City.

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Sinar Mas Land meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem digital serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. Jumat 28 Agustus 2026.

Peluncuran hub inovasi tersebut merespons pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang dicatat laporan e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencapai 99 miliar dolar AS pada 2026 dan diproyeksikan melonjak hingga 340 miliar dolar AS pada 2030, disokong oleh tingkat konektivitas internet masyarakat yang telah mencapai sekitar 81 persen.

Bacaan Lainnya

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana dan CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap, dengan disaksikan oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid, Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, serta perwakilan pimpinan Sinar Mas dan pemerintah daerah setempat.

GSIH BSD City hadir sebagai Global Hub pertama yang berfungsi sebagai platform kolaborasi untuk mempertemukan startup, talenta digital, pelaku industri, investor, akademisi, komunitas, dan mitra internasional guna memperluas akses terhadap sumber daya pengembangan usaha.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pembentukan Garuda Spark Innovation Hub penting untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan digital yang selama ini bekerja secara terpisah di ruangnya masing-masing.

“Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen. Locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected, inilah prinsip yang harus kita pegang dalam menyambut transformasi digital. Kami menargetkan GSIH memiliki hingga 500 Spoke demi mendorong pemerataan manfaat teknologi,” kata Meutya Hafid.

Pengembangan GSIH BSD City menerapkan skema Privately Owned, Government Operated (POGO), di mana Sinar Mas Land berperan menyediakan infrastruktur fisik dan lingkungan kawasan, sedangkan Komdigi mengorkestrasi program serta jaringan ekosistem pendukung.

CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap menyampaikan bahwa kehadiran GSIH semakin memperkuat posisi BSD City sebagai “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway” yang menghubungkan inovasi lokal dengan kebutuhan nyata industri serta pasar global.

“GSIH Global Hub di BSD City membuka akses bagi talenta, startup, teknologi, dan investor nasional menuju jejaring ekosistem digital internasional, sekaligus membantu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan pasar,” ujar Irawan Harahap.

Berlokasi di Gedung Biomedical Campus BSD City, pusat inovasi ini didukung oleh kemudahan aksesibilitas melalui jaringan jalan tol seperti Tol Serpong-Balaraja, Tol Jakarta-Serpong, JORR 1, JORR 2, Tol Japek, dan Tol Jagorawi, serta moda transportasi publik terpadu seperti bus BSD Link, feeder bus, dan KRL Commuter Line via Stasiun Cisauk dan Stasiun Jatake.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.