TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kegiatan tasyakur dan silaturahmi orang tua siswa kelas 12 MAN 12 Jakarta digelar di Ballroom Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kelulusan 100 persen siswa kelas 12 tahun ajaran 2025/2026.
Ketua Komite MAN 12 Jakarta, Nyi Dewi Puspitasari, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para orang tua siswa. Menurutnya, komite hanya bertindak sebagai fasilitator atas keinginan wali murid dan siswa.
“Jadi kegiatan hari ini tuh pada dasarnya ini untuk silaturahmi. Tasyakur dan silaturahmi orang tua kelas 12, kebetulan kan tanggal 5 kemarin anak-anak kelas 12 itu sudah dikukuhkan sebagai alumni. Alhamdulillah lulus 100 persen, sebagai rasa syukur kami ya kita membuat acara ini,” ujar Nyi Dewi Puspitasari kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Ia juga menegaskan seluruh orang tua siswa telah menyetujui pelaksanaan kegiatan melalui proses musyawarah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
“Nah, terus alhamdulillah acara ini disetujui oleh seluruh orang tua karena pada dasarnya ya kami inginlah mengapresiasi anak-anak kami,” katanya.
Bantah Dugaan Pungutan yang Membebani Orang Tua
Terkait adanya pemberitaan soal dugaan pungutan yang disebut memberatkan orang tua atau wali murid sebesar Rp800 ribu per siswa, pihak komite membantah tudingan tersebut. Nyi Dewi Puspitasari menyebut dana tersebut bukan hanya untuk kegiatan tasyakur, melainkan juga kebutuhan persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) siswa.
“Iya. Jadi betul, kemarin saya sempat baca beritanya. Ada isu tentang pungutan 800 ribu ya. Nah, uang tersebut sebetulnya bukan untuk kegiatan ini saja, tetapi memang untuk kegiatan anak-anak menjelang UTBK. Jadi dibuat untuk kegiatan Try Out (TO) UTBK sebanyak 10 kali berikut pembahasannya,” jelasnya.
Ia mengatakan biaya tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan siswa, termasuk try out UTBK dan kegiatan kebersamaan siswa kelas 12. Menurutnya, tidak ada pungutan lain di luar nominal tersebut.
“Kan kita kenapa per siswa? Karena untuk UTBK itu kan per siswa, gitu. Jadi udah include semuanya,” ucapnya.
Nyi Dewi Puspitasari juga menilai tudingan bahwa komite bertindak di luar kewenangannya tidak tepat. Ia menegaskan seluruh kegiatan telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak dan berdasarkan hasil kesepakatan mayoritas orang tua siswa.
“Karena kami sudah koordinasi dengan berbagai pihak. Dan terutama, kegiatan ini dasarnya adalah musyawarah mufakat dari 227 orang tua siswa,” katanya.
Sebut Kegiatan Bukan Pelepasan
Menanggapi adanya dorongan kepada Kementerian Agama terkait aturan pelepasan siswa, pihak komite menilai kegiatan tersebut bukan acara wisuda atau pelepasan. Ia menyebut acara tersebut murni tasyakur dan silaturahmi antara orang tua dan siswa.
“Kalau ini sifatnya peraturan. Nah, artinya di dalam peraturan tersebut memang ada statement itu kalau enggak salah poin 3 atau poin 2 ya, yang menyatakan bahwa tidak diizinkan untuk mengadakan pelepasan. Tapi ini bukan pelepasan, tapi ini silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan aturan tersebut menurutnya tidak secara mutlak melarang kegiatan selama tidak memberatkan orang tua siswa. Proses persiapan acara pun disebut dilakukan melalui musyawarah dan polling bersama wali murid.
“Jadi semuanya kita sudah lakukan berdasarkan prosedur yang ada,” katanya.
Komite Klaim Seluruh Penggunaan Dana Transparan
Nyi Dewi Puspitasari memastikan seluruh penggunaan dana telah disampaikan secara terbuka kepada orang tua siswa. Mulai dari kebutuhan try out UTBK hingga pelaksanaan kegiatan tasyakur disebut dibahas bersama secara rinci.
“Semua informasi keuangan kita sampaikan dengan jelas ke orang tua. Mengapa kita butuh dana ini dan untuk apa, kemudian terserapnya berapa persen, output-nya apa, kita jelas,” tegasnya.
Meski mengakui adanya pro dan kontra di tengah masyarakat, pihak komite meminta seluruh pihak melihat persoalan berdasarkan data dan hasil musyawarah bersama orang tua siswa. Ia pun membuka ruang klarifikasi kepada pihak mana pun yang ingin meminta penjelasan secara langsung.
“Nah harapannya ya kalau misalkan memang minta klarifikasi buat saya sih enggak masalah ya, silakan kapan pun saya akan mengklarifikasi atau memberikan informasi yang dibutuhkan,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Nyi Dewi menyampaikan rasa syukur karena acara tasyakur dan silaturahmi dapat berjalan lancar. Ia berharap hubungan antara keluarga alumni MAN 12 Jakarta angkatan 2025/2026 semakin erat ke depannya.
“Alhamdulillah kegiatan tasyakur dan silaturahmi berjalan lancar, semua siswa dan orangtua bahagia. Semoga dengan acara ini silaturahmi kami keluarga alumni kelas XII angkatan 2025/2026 semakin erat,” tandasnya.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini berjalan lancar. Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita. Amin,” tutupnya.









