KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID —Transformasi digital kini menjadi keharusan bagi koperasi agar tetap relevan dan mampu bersaing di tengah kemajuan teknologi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Koperasi dari Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM Kota Tangerang Abdul Kholil Kurniawan saat memberikan arahan kepada pengurus dan pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Dalam kegiatan pembinaan yang berlangsung belum lama ini, ia menegaskan bahwa koperasi tidak boleh tertinggal dalam gelombang digitalisasi yang semakin cepat.
Menurutnya, adaptasi terhadap teknologi informasi harus dimulai dari digitalisasi layanan koperasi. Penggunaan pembukuan elektronik, aplikasi keanggotaan digital, hingga transaksi nontunai disebut sebagai langkah awal yang penting untuk menciptakan manajemen koperasi yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, ia juga mendorong koperasi untuk aktif memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran. Di era digital, branding koperasi tidak cukup hanya mengandalkan jaringan konvensional. “Gunakan platform digital untuk memperkuat eksistensi dan memperluas jangkauan pasar koperasi,” ujarnya.
Kesadaran digital tidak hanya perlu dimiliki oleh pengurus, tetapi juga seluruh anggota koperasi. Oleh karena itu, ia menghimbau agar anggota koperasi mendapatkan pelatihan literasi digital guna menghindari kesenjangan pengetahuan yang dapat menghambat operasional berbasis teknologi.
Menurutnya, pemahaman yang merata akan sistem dan platform digital akan memperlancar proses transformasi ini.
Dalam kesempatan yang sama, koperasi juga didorong menjalin kolaborasi strategis dengan startup teknologi dan layanan fintech syariah. Kerja sama ini dinilai mampu memperluas akses pembiayaan anggota sekaligus meningkatkan kapasitas layanan koperasi secara keseluruhan.
“Kita tidak bisa jalan sendiri. Kemitraan dengan pihak-pihak inovatif akan mempercepat kemajuan koperasi,” tambahnya.
Penekanan terakhir adalah pentingnya pengembangan Sistem Informasi Koperasi (SIK) yang terintegrasi. Dengan SIK, pengelolaan data, laporan keuangan, hingga pengawasan internal dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien. Sistem ini dianggap sebagai fondasi utama untuk memperkuat tata kelola koperasi di masa depan.










