Waspada, BNN Sebut Tanah Tinggi dan Cipondoh Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

Waspada, BNN Sebut Tanah Tinggi dan Cipondoh Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
Ilustrasi peredaran narkoba.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menggelar penyuluhan bahaya narkoba bagi pelajar dan masyarakat. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 MUI.

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Kota Tangerang, Fahrurozi atau yang akrab disapa Aroel, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya pencegahan dini terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pelajar dan masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai bahaya serta dampak penggunaan narkoba.

Bacaan Lainnya

Dorong Masyarakat Peduli Bahaya Narkoba

Aroel mengatakan, pihaknya terus bergerak bersama BNN, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan organisasi kepemudaan (OKP) untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba di tengah masyarakat.

“Ketidaktahuan teman-teman pelajar dan masyarakat umum itu kan juga perlu penjelasan. Penjelasan bagaimana bahaya, efek daripada penggunaan narkoba itu sendiri,” kata Aroel.

Ia menyebut, berdasarkan penjelasan BNN dalam kegiatan tersebut, pengguna narkoba tidak serta-merta dapat dikatakan sembuh, melainkan membutuhkan proses pemulihan dan kemauan dari pengguna itu sendiri.

“Makanya kami terus bergerak bersama teman-teman BNN, dan teman-teman ormas, OKP untuk terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba di masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya.

BNN Sebut Tanah Tinggi dan Cipondoh Zona Merah

Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Josephien Vivick Tjangkung, mengatakan keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Tangerang.

Menurutnya, masyarakat dapat berperan melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), sehingga warga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan narkoba di lingkungannya masing-masing.

Waspada, BNN Sebut Tanah Tinggi dan Cipondoh Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
Waspada, BNN Sebut Tanah Tinggi dan Cipondoh Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

“Ini sangat baik sekali karena dengan cara kita melakukan IBM kepada kalangan masyarakat, masyarakat akan terbuka dan bisa bersama-sama menjadikan wilayah mereka terbebas dari serangan jaringan narkoba,” tuturnya.

Vivick menyebut, BNN juga akan mendorong upaya pencegahan hingga deteksi dini melalui masyarakat yang memiliki kapasitas untuk menjadi perpanjangan tangan dalam menyuarakan bahaya narkoba.

“Untuk menjadi program masuk IBM ini, harus orang-orangnya yang betul-betul memiliki kualitas untuk menjadi corong untuk cegah narkoba di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan hasil intelijen BNN RI menunjukkan adanya sejumlah wilayah di Kota Tangerang yang masuk dalam zona merah penyalahgunaan narkoba. Dua wilayah yang disebut yakni Tanah Tinggi dan Cipondoh.

“Dan terbukti dengan pengungkapan kasus kita dengan ada barang bukti yang terdapat di Tanah Tinggi yang cukup besar, kurang lebih 10 kilogram lewat jaringan Sumatra-Jawa,” ungkapnya.

Vivick mengatakan, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar masih perlu ditingkatkan. Ia juga menyebut Kota Tangerang masih menjadi salah satu wilayah yang dilalui jaringan transit narkoba.

Ganja Disebut Masih Dominan

Terkait jenis narkoba yang beredar di Kota Tangerang, Vivick menyebut ganja masih menjadi salah satu jenis yang banyak ditemukan. Sementara itu, peredaran sabu juga masih terjadi meski disebut tidak terlalu dominan dibandingkan ganja.

“Masih banyak yang ganja. Dan sabu masih… tidak terlalu dominan, ganja,” katanya.

Ganas Annar Siapkan Rumah Rehabilitasi

Sementara itu, Aroel mengungkapkan Ganas Annar MUI Kota Tangerang berencana membangun rumah rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat penyalahgunaan narkoba.

Ia mengatakan, rencana tersebut akan dilakukan sebagai bentuk penyelamatan dan dukungan terhadap pengguna narkoba agar mendapatkan proses rehabilitasi.

“Next kami akan mencoba membangun rumah rehab untuk para pengguna. Jadi rumah rehab itu dalam bentuk penyelamatan,” kata Aroel.

Untuk tahap awal, Ganas Annar MUI Kota Tangerang akan menjalin kerja sama dengan fasilitas rehabilitasi yang telah tersedia, salah satunya Kobong Asy-Syifa yang berada di Kota Tangerang.

“Untuk saat ini dengan yang sudah ada, namanya Kobong Asy-Syifa yang sudah ada di Kota Tangerang,” ujarnya.

Dik Doank Ajak Anak Aktif Berinteraksi

Dalam kegiatan tersebut, budayawan sekaligus motivator Dik Doank juga turut memberikan motivasi kepada para pelajar yang hadir. Ia menekankan pentingnya keberpihakan terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar tumbuh dengan lingkungan yang baik dan terhindar dari bahaya narkoba.

“Intinya yang baik-baik ya teman-teman. Maksimal, disiplin, terhindar dari bahaya narkoba,” ujar Dik Doank.

Menurutnya, penyampaian pesan kepada anak-anak harus dilakukan dengan cara yang menyentuh dan melibatkan mereka secara langsung. Interaksi dinilai penting agar anak-anak tetap fokus dan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

“Anak-anak tuh senang sekali ada interaksi. Jadi kalau dia enggak interaksi, pikirannya ke mana-mana,” katanya.

Dik Doank mengatakan, dirinya sengaja mengajak anak-anak berinteraksi, termasuk saat mereka menggambar, sembari menyisipkan pesan-pesan positif mengenai kehidupan dan bahaya narkoba.

“Jadi sengaja waktu dia menggambar, aku doktrin dengan kata-kata. Jadi mereka sadar bahwa mereka pun yang merasa tidak akan kena, ternyata ada cikal bakal di situ,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.