Latifa Spa Academy Berkolaborasi dengan Baznas Tangerang, Latih 20 Mustahik Laki-Laki Jadi Terapis Bekam dan Pijat

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID— Latifa Spa Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan warga kurang mampu atau mustahik. Kali ini, lembaga tersebut berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang untuk melatih 20 mustahik laki-laki terpilih di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, Senin 31 Agustus 2026.

Para peserta yang seluruhnya laki-laki ini akan mengikuti pelatihan intensif selama tujuh hari, mencakup keterampilan pijat, refleksologi, hingga bekam.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Latifa Spa Academy, Verawati Amir, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari pilot project pelatihan serupa yang sebelumnya digelar khusus untuk peserta perempuan. Setelah dinilai berhasil, program pun diperluas dan mulai diduplikasi ke berbagai kota dan provinsi lain.

“Setelah pilot, alhamdulillah kemarin pilotnya sukses, lalu kemudian kita duplikasi, lanjut ke batch-batch berikutnya dan di kota-kota berikutnya. Setelah ini kita akan keliling ke berbagai kota provinsi yang lain,” ujar Verawati.

Berbeda dari batch sebelumnya yang berfokus pada layanan spa perempuan, materi pelatihan untuk peserta laki-laki kali ini ditambah dengan keterampilan bekam. Menurut Verawati, hal ini disesuaikan dengan tren pasar yang belakangan menunjukkan minat masyarakat terhadap terapi bekam yang terus meningkat.

Program pelatihan tetap mempertahankan jumlah peserta di angka 20 orang, jumlah yang menurut Verawati merupakan standar paling efektif dalam pelaksanaan pelatihan semacam ini.

Seleksi Ketat, dari 70 Pendaftar Terjaring 20 Peserta

Proses seleksi peserta pelatihan ini terbilang ketat. Dari total 70 orang yang mendaftar, sebanyak 50 orang lolos seleksi berkas dan mengikuti tahap wawancara. Pada akhirnya, hanya 20 orang yang dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan tahap ini, sementara sisanya yang memenuhi syarat masuk dalam daftar tunggu untuk batch berikutnya.

Verawati menjelaskan, ada dua kriteria utama yang menjadi penilaian dalam proses seleksi. Pertama adalah motivasi dan keseriusan calon peserta untuk bekerja di bidang jasa terapi. Kedua, status mustahik calon peserta, mengingat program ini dibiayai menggunakan dana zakat.

“Kita ada dua sisi. Sisi dari kita ada motivasi, apakah dia memang niat serius bekerja di bidang ini. Terus yang kedua, apakah mereka masuk kategori mustahik, karena kita pakai uang zakat. Jadi niat saja tidak cukup, kalau dia bukan mustahik tidak bisa kita terima,” jelasnya.

Peserta pelatihan kali ini berasal dari berbagai daerah, tidak terbatas pada warga Kota Tangerang saja, mengingat program ini merupakan bagian dari kerja sama tingkat nasional dengan Baznas RI.

Peluang Kemitraan Usai Pelatihan

Setelah menyelesaikan pelatihan tujuh hari yang mencakup hard skill dan soft skill, para peserta berkesempatan untuk bergabung sebagai mitra homecare Latifa Spa Academy, membuka usaha homecare secara mandiri, atau bekerja di jaringan mitra usaha yang telah bekerja sama dengan Latifa, termasuk sejumlah gerai optik.

“Kan kalau laki-laki biasanya tidak mau terikat stay di satu tempat. Tetapi kita kasih pilihan, karena tempat kita sebenarnya juga sudah siap untuk menampung, cuma mereka lebih nyamannya di mana,” kata Verawati.

Ia berharap kerja sama dengan Baznas ini dapat terus berlanjut sebagai instrumen pemberdayaan umat yang mudah, murah, dan cepat dalam mendorong perubahan status ekonomi peserta, dari mustahik menjadi munfik, hingga akhirnya menjadi muzaki atau pembayar zakat.

“Kalau dari peserta, harapan saya terus upgrade, tidak berhenti di sini, dan tidak terus mencari yang gratis. Kalau kita kasih kail, usaha sendiri, effort,” pungkasnya.

Baznas: Harapan Peserta Bisa Mandiri dan Jadi Muzaki

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II Baznas Kota Tangerang, Drs. Danny Budianto Saragih, M.CL menuturkan bahwa pelatihan kali ini merupakan bagian dari program pemberdayaan vokasi berbasis zakat yang menyasar keterampilan spa syariah, bekam, dan pijat.

Ia menjelaskan, seluruh 20 peserta pelatihan merupakan mustahik yang disiapkan oleh Baznas Kota Tangerang, dengan skema kerja sama bersama Baznas Republik Indonesia.

Subhan berharap program ini tidak berhenti sebatas pelatihan vokasi semata, melainkan berlanjut hingga peserta memperoleh sertifikasi sebagai pengakuan atas kompetensi yang dimiliki, sehingga dapat membuka peluang kerja maupun usaha layanan homecare secara mandiri.

“Harapan tentunya mereka bisa berubah menjadi mandiri dengan pendapatan yang bisa memenuhi kebutuhan mereka dan keluarganya. Tapi lebih jauh dari itu, harapannya tentunya sebagai Baznas, mereka bisa menjadi muzaki, pembayar zakat,” ujar Danny.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.