Rute Lengkap Jakarta–Baduy: dari Tanah Abang, Rangkasbitung, hingga Ciboleger

Rute Lengkap Jakarta–Baduy dari Tanah Abang, Rangkasbitung, hingga Ciboleger
Rute Lengkap Jakarta–Baduy dari Tanah Abang, Rangkasbitung, hingga Ciboleger

LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID — Perjalanan menuju kawasan adat Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, kini semakin mudah diakses wisatawan asal Jakarta dan sekitarnya. Berbekal commuter line dan kendaraan umum, perjalanan menuju gerbang masuk Baduy di Ciboleger bisa ditempuh tanpa perlu kendaraan pribadi, meski tetap harus dilanjutkan dengan trekking berjam-jam menembus perbukitan untuk mencapai kampung-kampung adat di dalamnya.

Etape Pertama: KRL Tanah Abang–Rangkasbitung

Titik keberangkatan yang paling umum digunakan wisatawan dari Jakarta adalah Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari sini, KRL Commuter Line jalur Rangkasbitung menjadi moda transportasi andalan menuju Banten.

Bacaan Lainnya

Jarak tempuh antara Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Tanah Abang sekitar 72 km dan biasanya dapat ditempuh dalam waktu 90–110 menit, tergantung kondisi lalu lintas kereta dan antrean di jalur rel, dengan waktu tempuh yang cenderung lebih lama saat jam sibuk pagi dan sore.

Sepanjang perjalanan, kereta akan singgah di sejumlah stasiun penting seperti Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Parung Panjang, Tigaraksa, Cikoya, Maja, hingga Citeras sebelum akhirnya tiba di Rangkasbitung.

Soal tarif, cukup ramah di kantong: harga tiket KRL dari Rangkasbitung tujuan Tanah Abang adalah Rp8.000 untuk jarak 72,8 km, berlaku juga untuk arah sebaliknya. Frekuensi keberangkatannya pun terbilang padat—dalam sehari terdapat 51 kali perjalanan KRL dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang, dengan keberangkatan paling pagi pukul 04.16 dan paling malam pukul 22.02.

Bagi yang ingin menghindari kepadatan penumpang, sebaiknya menjauhi jam berangkat kerja pukul 06.00–08.00 dan jam pulang kerja pukul 16.00–20.00.

Etape Kedua: Rangkasbitung Menuju Ciboleger

Setibanya di Stasiun Rangkasbitung, perjalanan belum berakhir. Wisatawan perlu melanjutkan perjalanan darat menggunakan kendaraan umum seperti Elf atau angkot menuju Terminal Ciboleger, yang menjadi gerbang resmi masuk kawasan adat Baduy.

Setiap pengunjung wajib melalui pintu masuk ini sebelum menembus wilayah Desa Kanekes yang menaungi puluhan kampung adat Baduy Luar maupun Baduy Dalam.

Karena kondisi geografis yang berbukit dan menantang, kendaraan bermotor hanya bisa mengantar wisatawan sampai titik tertentu di Ciboleger. Selebihnya, perjalanan menuju kampung-kampung Baduy harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalur setapak yang biasa dilalui warga setempat.

Etape Ketiga: Trekking Menuju Kampung Baduy

Dari Ciboleger, wisatawan akan disambut dua pilihan jalur trekking dengan karakter yang berbeda:

  • Jalur Ciboleger — jalur ini lebih landai dan paling banyak dipilih wisatawan karena melewati beberapa desa Baduy Luar, meski waktu tempuhnya lebih panjang, yakni sekitar 4-5 jam menuju Baduy Dalam.
  • Jalur Cijahe — medannya lebih menantang karena kondisi jalan yang rusak dan berlubang, namun waktu trekking yang dibutuhkan jauh lebih singkat, hanya sekitar satu hingga dua jam.

Secara total, gabungan perjalanan darat dari Jakarta hingga trekking bisa memakan waktu sekitar lima jam perjalanan darat ditambah dua hingga tiga jam berjalan kaki, tergantung jalur dan kampung tujuan.

Alternatif: Ikut Open Trip

Bagi yang tidak ingin repot mengurus transportasi sendiri, banyak penyedia jasa menawarkan paket open trip dari Jakarta langsung menuju Baduy.

Paket ini umumnya sudah mencakup transportasi pulang-pergi ke Ciboleger, jasa pemandu lokal wajib selama trekking, hingga biaya perizinan masuk kawasan adat, dengan kisaran tarif mulai Rp200.000 per orang untuk trip pulang-pergi lewat jalur Ciboleger.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat

Karena rutenya melibatkan kombinasi kereta, kendaraan umum, dan trekking panjang, wisatawan disarankan berangkat sepagi mungkin dari Jakarta agar tidak kemalaman saat trekking menuju Baduy Dalam.

Fisik yang prima juga jadi modal penting, mengingat medan menuju Baduy Dalam berupa jalur naik-turun bukit selama berjam-jam. Uang tunai secukupnya juga wajib disiapkan sejak dari Jakarta, sebab begitu memasuki Baduy Dalam, tidak ada lagi akses ATM maupun sinyal telepon seluler.

Dengan rute yang kini makin jelas dan terjangkau ini, perjalanan dari hiruk pikuk Jakarta menuju ketenangan kampung adat Baduy di Banten bisa jadi pilihan liburan akhir pekan yang berkesan—asalkan wisatawan siap berjalan kaki cukup jauh untuk mencapainya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.