TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 3 Universitas Buddhi Dharma (UBD) melaksanakan kegiatan kepedulian lingkungan “Penanaman Pohon dan Ecoenzyme” pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Kegiatan ini bagian dari penilaian Ujian Akhir Semester (UAS) dalam Mata Kuliah Creative Writing yang diampu oleh Widhia Seni Handayani, S.I.Kom., M.A.Journalism.
Diadakannya program tersebut sebagai upaya menanamkan kepekaan sosial dan lingkungan kepada mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak belajar langsung dari realitas sosial di luar ruang kelas, dan bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan kemampuan akademik dengan aksi nyata di masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kota Tangerang, Christian Lois, serta sivitas akademika UBD yakni, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Tia Nurapriyanti, S.Sos.I., M.I.Kom, dan Dr. Serius Zebua, S.Pd., M.Pd., CPS., CCLS.
Rangkaian kegiatan meliputi penanaman pohon secara simbolis serta penuangan Ecoenzyme ke aliran Sungai Cisadane. Ecoenzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang berfungsi menjaga kualitas air dan keseimbangan ekosistem lingkungan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UBD, Tia Nurapriyanti, menilai kegiatan ini efektif dalam membangun kesadaran ekologis mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran komunikasi yang aplikatif dan relevan dengan tantangan sosial.
“Penanaman pohon dan pembuatan ecoenzyme berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis mahasiswa secara langsung. Mahasiswa tidak hanya memahami keberlanjutan secara teori, tetapi juga membangun tanggung jawab personal terhadap lingkungan,” ujar Tia Nurapriyanti.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan visi Program Studi Ilmu Komunikasi dalam membentuk lulusan yang kritis dan bertanggung jawab. Aktivitas lapangan dinilai mampu menjembatani teori komunikasi dengan praktik di masyarakat.
“Kegiatan ramah lingkungan ini selaras dengan visi Program Studi Ilmu Komunikasi, khususnya dalam pengembangan komunikasi yang kritis dan peka terhadap isu sosial-lingkungan. Mahasiswa belajar mengaitkan teori dengan praktik seperti kampanye kesadaran lingkungan,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu mengembangkan kompetensi komunikasi lingkungan mahasiswa. Mahasiswa dilatih menyusun pesan persuasif, membangun narasi, serta berkolaborasi lintas sektor.
“Kegiatan ini mengembangkan kompetensi komunikasi lingkungan mahasiswa, mulai dari komunikasi persuasif hingga kolaborasi lintas komunitas. Hal ini terlihat dari keterlibatan mahasiswa bersama Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD Kota Tangerang,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang, Christian Lois, mengapresiasi keterlibatan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan.
“Saya mengapresiasi para dosen UBD dan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang telah mengikuti kegiatan penanaman pohon dan penuangan Ecoenzyme. Nilai kehidupan bukan hanya soal akademik, tetapi juga nilai sosial untuk perubahan diri, keluarga, dan lingkungan,” tutur Christian Lois.
Christian juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang atas dukungan bibit pohon yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat semacam ini memberikan manfaat yang sangat nyata bagi lingkungan.
“Saya juga mengapresiasi DLH Kota Tangerang yang telah memberikan bantuan bibit pohon seperti jambu air, jambu biji, dan sirsak. Kolaborasi mahasiswa dan Pemkot seperti inilah yang sangat diharapkan karena manfaatnya sangat besar,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Christian menegaskan bahwa kegiatan ini seharusnya menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya kepedulian lingkungan.
“Semoga kegiatan positif seperti ini terus dilakukan dan tidak berhenti di sini. Ini bukan akhir, tetapi awal yang baik bagi setiap insan untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tutupnya.
Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD, Valencia Alena, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari perkuliahan di dalam kelas. Ia menilai aksi langsung di lapangan membuat mahasiswa lebih memahami makna kepedulian lingkungan.
“Kegiatan ini membuka sudut pandang kami sebagai mahasiswa bahwa menjaga lingkungan bukan hanya wacana. Lewat penanaman pohon dan ecoenzyme, kami belajar bertanggung jawab sekaligus mengomunikasikan kepedulian itu ke masyarakat,” kata Valencia.
Valencia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga melatih kerja sama dan kepekaan sosial antar mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran seperti ini membuat teori komunikasi terasa lebih hidup dan relevan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pembelajaran kontekstual di UBD. Mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik dan komunikasi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.









