KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID —Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Banten mulai mematangkan persiapan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kota Tangerang.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang VIP Stadion Benteng Reborn dan dihadiri perwakilan dari 35 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) se-Tangerang Raya. Salah satu agenda penting yang menjadi pembahasan adalah penentuan maskot resmi FORPROV II 2026.
Sekretaris KORMI Banten, Jasmara Bahar, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan final dari Wali Kota Tangerang terkait ikon yang akan digunakan sebagai maskot ajang olahraga masyarakat terbesar di tingkat provinsi tersebut.
“Untuk maskot, sampai sekarang kami masih menunggu keputusan dari Pak Wali Kota. Apakah tetap menggunakan ikan boloso atau ada ikon lain yang akan dipilih,” ujar Jasmara ditemui di stadion Benteng, Selasa 23 Juni 2026.
BACA JUGA : FORPROV II Banten 2026 Mulai Dimatangkan, KORMI Batasi Enam Kategori per Inorga
Menurutnya, KORMI Banten menyerahkan sepenuhnya proses penentuan maskot kepada Pemerintah Kota Tangerang. Namun, pihaknya berharap maskot yang dipilih dapat merepresentasikan identitas dan kekhasan daerah.
Jasmara menuturkan sejumlah satwa khas Banten sempat menjadi bahan diskusi, seperti badak yang identik dengan kawasan Ujung Kulon. Meski demikian, ia menilai akan lebih baik apabila maskot yang dipilih berasal dari hewan endemik atau ikon yang memiliki keterkaitan kuat dengan Kota Tangerang.
“Kami ingin ada ikon yang benar-benar mencerminkan Kota Tangerang. Kalau memang ada hewan atau simbol khas daerah yang layak dijadikan maskot, tentu akan lebih baik karena bisa semakin memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, penentuan maskot tidak dilakukan melalui sayembara. Saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang masih berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk pihak yang memiliki kompetensi dalam mengidentifikasi satwa atau ikon khas daerah.
BACA JUGA : Kota Tangerang Bidik Juara Umum Kejurnas Panjat Tebing, Fasilitas Kelas Dunia Jadi Modal Utama
Sebelumnya, ikan boloso sempat diwacanakan kembali menjadi maskot karena sudah beberapa kali digunakan dalam berbagai event olahraga di Kota Tangerang. Namun, Wali Kota Tangerang disebut meminta adanya kajian terhadap alternatif ikon lain yang juga berpotensi menjadi identitas baru.
“Kalau boloso, masyarakat sudah cukup mengenalnya karena beberapa kali dijadikan maskot kegiatan olahraga. Karena itu, sedang dicari kemungkinan ikon lain yang juga bisa diperkenalkan kepada publik,” jelasnya.
Jasmara berharap keputusan final mengenai maskot dapat ditetapkan dalam waktu dekat. Keberadaan maskot dan logo resmi dinilai penting karena berkaitan dengan kebutuhan promosi serta pengadaan berbagai perlengkapan pendukung pelaksanaan FORPROV II 2026.
“Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah ada keputusan final. Karena nanti akan digunakan untuk spanduk promosi, perlengkapan pertandingan hingga pembuatan boneka maskot,” ujarnya.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, maskot dan logo resmi FORPROV II 2026 ditargetkan dapat diluncurkan pada awal Juli mendatang sebagai bagian dari tahapan awal sosialisasi menuju pelaksanaan event olahraga masyarakat tingkat Provinsi Banten tersebut.










