TANGSEL, LENSABANTEN.CO.ID –-Rencana perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus Jakarta ke Serpong di Tangerang Selatan Provinsi Banten melibatkan kerjasama antara PT MRT Jakarta (Perseroda) Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) melalui mekanisme Business to Business (B to B).
Pemerintah Provinsi Banten menyambut dengan positif penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan.
Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten, berpendapat bahwa perpanjangan jalur MRT ini akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara efisien, ramah lingkungan, dan ekonomis.
Dikatakan Dimyati, ada empat manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat, dunia usaha dan pemerintah dengan adanya pengembangan jalur MRT ini yakni:
– Mengurangi kemacetan
– Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi
– Mendorong pertumbuhan kawasan penyangga
– Meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat
“Ini adalah awal dari apa yang saya sebut sebagai ‘angin surga’. Karena harapan masyarakat Banten atas terwujudnya sistem transportasi massal modern bisa terwujud,” Kata Dimyati.
Dimyati menegaskan, Pemprov Banten membuka ruang seluas-luasnya untuk investasi. Oleh karena itu, jika dalam proses pengembangan ini terdapat kendala di lapangan maka bisa langsung konsultasikan.
Rencananya, kerja sama ini akan berlangsung selama 2 tahun ke depan. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, kerjasama ini sebagai upaya menghadirkan layanan transportasi publik terbaik untuk masyarakat.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan momen bersejarah bagi pembangunan sistem perkeretaapian modern perkotaan di Indonesia. Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa upaya menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat dapat dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta,” kata Tuhiyat melansir bantenprov.go.id, Senin, 28 juli 2025.
Hasil dari kajian kata Tuhiyat akan disampaikan kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan dalam menentukan alternatif solusi maupun kebijakan terkait pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan modern nasional.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo menambahkan, proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat, tapi juga membuka peluang pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
“Kemudian juga dapat menambah potensi pendapatan non-tarif melalui sektor komersial seperti iklan dan pengelolaan kawasan,” ujarnya.
Selain dengan PT Sinar Mas Land, Tri juga menyampaikan bahwa perpanjangan pembangunan MRT ini memungkinkan akan ada keterlibatan pihak swasta lainnya. Pasalnya, sepanjang jalur Lebak Bulus – Serpong dilalui beberapa kawasan seperti Bintaro yang dikelola Jaya Group.
“Maka perlu komunikasi dengan pihak-pihak lain. Kajian awal memang sudah berjalan, tapi ke depan tentu akan lebih rinci lagi,” kata Tri.









