Mengapa Wilayah Banten Rawan Gempa? BMKG Ingatkan Kewaspadaan

BMKG: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Tidak Berpotensi Tsunami
Mengapa Wilayah Banten Rawan Gempa? BMKG Ingatkan Kewaspadaan

CILEGON, LENSABANTEN.CO.ID — Wilayah Banten, khususnya kawasan selatan seperti Bayah, Pandeglang, dan Lebak, tercatat sebagai salah satu daerah paling rawan gempa bumi di Indonesia. Frekuensi guncangan yang cukup sering terjadi di kawasan ini tidak lepas dari posisi geografisnya yang berada dekat dengan zona pertemuan lempeng tektonik di Samudera Hindia.

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia rawan gempa karena letaknya persis berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Banten, yang berada di ujung barat Pulau Jawa, termasuk kawasan yang langsung berhadapan dengan zona pertemuan lempeng tersebut di lepas pantai selatannya. CNBC Indonesia

Bacaan Lainnya

Aktivitas Penunjaman Lempeng jadi Pemicu Utama

Sejumlah kejadian gempa di Banten dalam beberapa tahun terakhir dikonfirmasi berasal dari aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menjelaskan salah satu gempa magnitudo 5,9 yang mengguncang perairan selatan Bayah, Kabupaten Lebak, disebabkan oleh aktivitas di kedalaman signifikan. “Kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman dengan kedalaman lebih dari 30 kilometer atau disebut gempa intraslab dengan mekanisme sesar mendatar,” katanya.

Pola serupa juga tercatat pada gempa magnitudo 5,2 yang mengguncang perairan barat daya Pandeglang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, “Penyebab gempa bumi karena adanya aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.”

Kondisi Geologi Perkuat Efek Guncangan

Selain faktor tektonik, kondisi geologi permukaan di Banten turut memperbesar dampak guncangan saat gempa terjadi. PVMBG menjelaskan bahwa kawasan di sekitar pusat-pusat gempa umumnya didominasi oleh batuan vulkanik dan sedimen berumur Kuarter yang bersifat urai, lepas, dan belum kompak, sehingga cenderung memperkuat efek guncangan gempa bumi dibandingkan wilayah dengan batuan yang lebih padat.

Zona Seismic Gap yang Belum Terlepas Lebih dari Dua Abad

Salah satu perhatian serius BMKG terhadap wilayah selatan Banten adalah keberadaan zona seismic gap, yaitu segmen lempeng yang telah lama terkunci dan menyimpan akumulasi energi tanpa pelepasan gempa besar. BMKG menyatakan pihaknya harus terus mewaspadai zona seismic gap yang ada di selatan Banten dan Selat Sunda, yang sudah ada sejak tahun 1757, atau lebih dari 227 tahun tanpa pelepasan energi besar.

Berpotensi Tsunami di Pesisir Selatan

Karena jalur pertemuan lempeng berada di laut, gempa besar berkedalaman dangkal di kawasan ini berpotensi memicu tsunami. Badan Geologi menyebutkan wilayah pantai selatan Banten dan Jawa Barat tergolong rawan tsunami dengan potensi tinggi gelombang di garis pantai lebih dari tiga meter.

Meski demikian, tidak semua gempa di kawasan ini memicu tsunami. Pada peristiwa gempa di perairan barat daya Pandeglang, misalnya, PVMBG memastikan tidak terjadi tsunami karena energinya tidak cukup kuat menyebabkan deformasi dasar laut.

Cilegon Masuk Kawasan Berisiko Tinggi

Selain kawasan selatan, wilayah lain di Banten juga tercatat memiliki kerentanan tinggi. Salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami adalah Kota Cilegon, yang letaknya berdekatan dengan zona lempeng aktif di Samudra Hindia.

Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, mengikuti arahan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta tidak mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya terkait gempa bumi dan tsunami. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa juga diminta segera mengungsi ke tempat aman sesuai arahan petugas BPBD.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.