Meski Banjir Surut, PUPR Kota Tangerang Tetap Intensif Lakukan Pemantauan

Meski Banjir Surut, PUPR Kota Tangerang Tetap Intensif Lakukan Pemantauan

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan BPBD, terus melakukan pemantauan di sejumlah sungai, kali, dan saluran pembuangan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan di tengah cuaca ekstrem.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyampaikan bahwa seluruh titik banjir di wilayah Kota Tangerang saat ini telah surut. Ia menjelaskan, wilayah yang sebelumnya terdampak banjir meliputi Kecamatan Periuk, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, dan Cibodas.

Bacaan Lainnya

“Meski sudah status normal tetapi kita tetap melakukan pemantauan secara berkala karena saat ini masih dalam masa tangga darurat cuaca ekstrem,” kata Taufik mengutip Antara, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Pemantauan debit air tidak hanya dilakukan di wilayah Kota Tangerang. PUPR juga mengawasi aliran air kiriman dari wilayah Bogor dengan menyiagakan petugas untuk berkoordinasi lintas daerah.

Langkah tersebut dinilai penting agar petugas di wilayah hilir dapat melakukan antisipasi sejak dini. Sejumlah kesiapan seperti pompa penyedot dan peralatan pendukung lainnya terus disiagakan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Kami selalu memberikan imbauan kepada masyarakat ketika ada peningkatan debit air, terutama di pemukiman dekat aliran sungai. Kesehatan dan keselamatan adalah yang utama,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk aktif memantau perkembangan ketinggian air secara mandiri. Informasi tersebut dapat diakses melalui portal dan aplikasi “Si Pantau” yang tersedia secara gratis.

“Jangan membuang sampah sembarangan dan tetap memantau perkembangan informasi yang disampaikan RT/RW,” tambahnya.

 

Sementara itu, warga RW 13 Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, menyebut kondisi lingkungan saat ini mulai berangsur normal. Warga pun fokus melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah pascabanjir.

“Kemarin air sempat masuk ke lingkungan rumah, tapi sekarang sudah surut. Kami berharap pemantauan terus dilakukan supaya warga lebih tenang dan tidak kebanjiran lagi,” ujar Aldy Cendana, warga RW 13 Perumahan Periuk Damai.

Ia menambahkan, banjir yang terjadi sebelumnya sempat merendam kawasan permukiman dengan ketinggian cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga di beberapa kecamatan sempat terganggu.

“Sebelumnya ketinggian banjir kan 3–4 meter ya. Sekarang udah surut tinggal bebersih aja,” ucap Aldy.

Aldy berharap ke depan ada langkah antisipasi yang lebih cepat dari pemerintah daerah. Menurutnya, kesiapsiagaan sangat dibutuhkan agar warga tidak kembali dilanda kekhawatiran saat hujan deras turun.

“Mudah-mudahan ke depan ada antisipasi lebih cepat, jadi warga nggak was-was kalau hujan deras turun lagi,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan bahwa proses pembersihan sisa banjir masih terus berjalan. Penanganan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor agar seluruh wilayah terdampak segera pulih.

“Kegiatan pembersihan difokuskan pada pengangkutan sampah dan lumpur, pembersihan saluran air, jalan lingkungan, serta fasilitas umum yang terdampak banjir,” jelas Mahdiar.

Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Dengan keterlibatan semua pihak, pemulihan pascabanjir di wilayah terdampak diharapkan dapat berjalan cepat dan kondisi segera kembali normal.

“Dengan kerja sama seluruh pihak, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di wilayah Periuk dapat berjalan cepat dan kondisi wilayah segera kembali normal,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.