TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Peristiwa tabrakan antara truk kontainer dan Kereta Bandara terjadi di perlintasan Poris pada Jumat, 20 Februari 2026. Kejadian tersebut memicu gangguan operasional KRL dan membuat sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan.
Perjalanan kereta dihentikan sementara guna mendukung proses evakuasi rangkaian serta pembersihan jalur rel. Penumpang dengan tujuan Duri hingga Depok terpaksa menunggu lebih lama di stasiun akibat kondisi tersebut.
Salah satu penumpang, Eka (21), menyampaikan bahwa perjalanannya dari Tangerang menuju Duri ikut terdampak. Ia menilai insiden ini cukup berpengaruh terhadap aktivitas pengguna kereta, terutama di pagi hari.
“Ya kalau menurut saya sih ya mungkin itu. Ya mungkin itu apa namanya, sangat terdampak gitu,” ujarnya.
Eka menjelaskan dirinya berangkat dari Tangerang dengan tujuan Duri untuk pulang. Ia mengaku harus menunggu cukup lama di stasiun karena belum ada kepastian jadwal.
“Saya mau, saya dari arah Tangerang mau ke arah Duri mau pulang,” tambahnya.
Ia mengatakan sudah berada di stasiun sejak pukul 09.30 WIB dan belum menerima informasi terbaru terkait keberangkatan. Dari informasi yang ia peroleh, pembukaan gerbong akan dilakukan secara bertahap.
“Nunggu tadi saya dari jam setengah sepuluh,” ungkapnya.
“Tapi sampai sekarang belum ada kabar terkini nih untuk keretanya, belum ada. Tapi katanya sih dari tadi saya tanya ke satpam, gerbongnya itu mau dibuka satu per satu,” lanjutnya.
Meski situasi belum jelas, Eka memutuskan tetap menunggu sambil berkoordinasi dengan temannya untuk kemungkinan dijemput. Ia menyebut kondisi ini cukup menyulitkan, khususnya bagi mereka yang memiliki urusan pekerjaan.
“Tetap mau nunggu sih, tapi lagi nunggu kabar dari teman mau dijemput sama teman gitu bang,” tuturnya.
“Ya kalau bagi orang yang ada bepergian atau pun mau bekerja gitu kan pasti ya terkendala lah di waktu gitu kan,” sambungnya.
Penumpang lain, Yestadaily (40), juga merasakan dampak gangguan tersebut karena hendak bekerja di Depok melalui Duri. Ia menilai keterlambatan ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas para pekerja.
“Iya sangat terdampak, terdampak terutama untuk ini, pekerjaan,” katanya.
Yestadaily mengungkapkan dirinya sudah menunggu sejak pukul 07.00 WIB di Stasiun Poris. Ia berencana menuju Depok untuk bekerja, namun perjalanan terhambat akibat penghentian sementara.
“Saya dari Poris ini mau ke Depok sebenarnya, lewat Duri. Tadi dari jam 7 pagi, dan saya mau berangkat kerja di Depok,” lanjutnya.
Menurutnya, pihak KAI hanya menyediakan surat keterangan bagi penumpang yang mengalami keterlambatan. Ia juga menyebut belum ada solusi alternatif yang jelas selain menuju stasiun lain.
“Ehh tadi saya lihat sih dikasih surat ini aja, keterangan untuk pekerjaan kalau terlambat. Tapi alternatifnya ya belum ada sih,” ungkapnya.
“Katanya sih kalau mau cepat harus ke Stasiun Rawa Buaya, naik transportasi yang lain,” lanjutnya.
Meski memiliki opsi menuju stasiun lain, Yestadaily memilih bertahan di lokasi karena merasa sudah terlanjur menunggu. Ia berharap proses penanganan segera selesai agar perjalanan kembali normal.
“Iya masih mau nunggu, sudah tanggung,” katanya.
“Ya semoga saja Pak cepat diproses sehingga kami para penumpang bisa sampai ke tujuan,” pungkasnya.
Insiden di perlintasan Poris ini tidak hanya menghambat operasional kereta, tetapi juga mengganggu mobilitas warga pada jam sibuk pagi hari. Para penumpang berharap evakuasi dan sterilisasi jalur dapat segera rampung sehingga layanan KRL kembali berjalan lancar.










