Iran Tawarkan Kolaborasi Nanoteknologi hingga Drone ke Indonesia

ilustrasi Drone

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID — Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan Teheran tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesia di sektor teknologi baru. Upaya tersebut diarahkan pada kolaborasi langsung antara perusahaan-perusahaan dari kedua negara.

“Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia,” ujar Boroujerdi melansir Republika.co.id, di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, Iran termasuk negara yang memiliki kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi mutakhir. Sejumlah bidang yang disebutkan antara lain nanoteknologi, bioteknologi, teknologi nuklir untuk tujuan damai, teknologi kesehatan, produksi alat kesehatan, hingga inovasi pertanian.

Boroujerdi menilai Indonesia menunjukkan minat untuk memperluas kolaborasi di sektor-sektor tersebut. Ia mengatakan, sejauh ini Iran telah menjalin komunikasi dan hubungan dengan sejumlah lembaga serta instansi pemerintah Indonesia, termasuk dalam kerja sama transfer teknologi dan pengembangan drone.

Ia menekankan, pemanfaatan drone tidak terbatas pada kepentingan tertentu. “Sering kali orang menganggap drone hanya digunakan untuk satu tujuan. Padahal ada banyak penggunaan damai, misalnya di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya,” kata dia.

Boroujerdi menambahkan, proses penjajakan kerja sama akan dilakukan melalui negosiasi, termasuk lewat webinar yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara. Perwakilan Iran juga membuka kemungkinan melakukan kunjungan langsung, baik ke Indonesia maupun ke Iran, untuk membahas detail kolaborasi.

Kedutaan Besar Iran di Jakarta, kata dia, siap memfasilitasi dan menjembatani perusahaan-perusahaan Indonesia yang berminat menjalin kemitraan dengan pihak Iran di bidang teknologi baru tersebut.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.