KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang mulai mematangkan perencanaan pembangunan tahun 2026. Sejumlah program strategis diprioritaskan, di antaranya akses pendidikan, ketersediaan pangan, lapangan kerja, pengendalian banjir, pengurangan kemacetan, hingga penguatan sektor kesehatan.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Dr. Hj. Yeti Rohaeti, AP., M.Si, menjelaskan bahwa proses perencanaan APBD 2026 saat ini telah memasuki tahapan penting. Eksekutif telah menyerahkan KUA-PPAS ke DPRD dan dijadwalkan masuk pembahasan September 2025.
“Setelah pembahasan KUA-PPAS, pertengahan September akan dilanjutkan ke RAPBD. Sesuai aturan, pembahasan masih berlangsung hingga batas waktu 30 November 2025,” ujarnya ditemui di gedung Pemkot Tangerang, Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut Yeti, arah pembangunan 2026 tetap fokus pada tiga prioritas utama yang dikenal dengan program 3G: Gampang Sekolah, Gampang Sembako, dan Gampang Kerja. Selain itu, penanganan banjir, pengurangan kemacetan, serta peningkatan layanan kesehatan juga menjadi isu strategis.
“Misalnya untuk penanganan banjir, tahun ini kita mulai dari pengadaan lahan. Tahun depan sudah masuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir,” jelasnya.
Yeti menambahkan, salah satu program unggulan 2026 adalah memperkuat akses kerja melalui optimalisasi lima balai latihan kerja. Balai tersebut akan difungsikan untuk berbagai pelatihan, termasuk pelatihan bahasa asing seperti Jerman, Korea, dan Mandarin.
“Tujuannya agar warga Tangerang punya kompetensi lebih baik, baik untuk bekerja di luar negeri maupun di dalam negeri,” tegasnya.








