KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Keberadaan kader posyandu di tengah masyarakat sering kali menjadi garda terdepan dalam memastikan informasi layanan kesehatan tersampaikan dengan baik. Peran inilah yang diemban oleh Suci Rahayu (49), seorang ibu rumah tangga yang aktif sebagai kader kesehatan di lingkungannya.
Saat ditemui oleh tim Jamkesnews, Suci menceritakan peran aktifnya dalam menyebarluaskan informasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkungannya. Menurutnya, sebagai seorang kader, ia memiliki amanah untuk menjadi penyambung lidah kepada masyarakat.
“Kadang ada warga yang nanya, gimana cara daftar program JKN, gimana kalau mau pindah faskes, atau apa saja yang harus dibawa kalau mau berobat. Saya sendiri sih jelasin semampu saya. Menurut saya, walaupun bukan pegawai BPJS Kesehatan tapi sebagai kader posyandu rasanya penting untuk bantu menjawab hal-hal dasar yang saya tahu. Setidaknya menjadi penyambung lidah dan yang terpenting mereka nggak bingung kalau butuh layanan,” ujar Suci pada Jumat 14 Desember 2025.
Kedatangan Suci ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tangerang bukan untuk keperluan pribadi, melainkan mendampingi salah satu warga di lingkungannya yang merupakan penyandang disabilitas dan membutuhkan bantuan untuk mengurus administrasi kepesertaan program JKN.
Suci berharap pendampingannya bisa mempermudah warga tersebut dalam memahami proses layanan serta memastikan haknya sebagai peserta tetap terpenuhi.
Tak hanya itu, Ia meyakini bahwa peran kader posyandu tidak hanya sebatas kegiatan penimbangan atau edukasi gizi, tetapi juga dapat menjadi penghubung informasi bagi masyarakat terkait pentingnya jaminan kesehatan.
“Hari ini saya ke sini buat bantu salah satu warga yang disabilitas. Dia butuh pendampingan untuk mengurus data dan memastikan kepesertaannya JKNnya aktif. Saya kasihan kalau harus datang sendiri, jadi saya dampingi. Namanya juga hidup bermasyarakat, kalau bisa bantu, ya saya bantu. Semua ini semata-mata biar warga dapat haknya dan nggak kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan. Jadi kader itukan gak cuman soal timbang-menimbang atau edukasi gizi, kasih informasi terkait jaminan kesehatan juga penting,” jelas Suci.
Dalam ceritanya, Suci sendiri mengaku merupakan peserta JKN yang sering memanfaatkan pelayanan kesehatan. Ia rutin menggunakan program JKN karena menderita vertigo yang kerap kambuh, sehingga membutuhkan pemantauan kesehatan dan pengobatan rutin. Untuk pemeriksaan awal dan kontrol kesehatan, Suci biasa berobat di Puskesmas Kelapa Dua.
Namun, pada beberapa kondisi tertentu, ia juga sempat dirujuk ke rumah sakit terdekat dari rumahnya. Berkat adanya perlindungan dari program JKN, seluruh layanan yang diterimanya berjalan dengan baik tanpa mengalami kendala biaya.
“Kalau vertigo saya kambuh, kepala rasanya muter banget sampai nggak bisa jalan. Pernah beberapa kali harus masuk rumah sakit untuk rawat inap dan diobservasi oleh dokternya. Tapi, Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena semuanya ditanggung program JKN. Saya juga kontrol rutin di puskesmas, pelayanannya sudah bagus. Mulai dari petugasnya yang ramah dan sangat informatif,” ungkapnya.
Menutup cerita, Suci berharap upaya kecil yang dilakukannya secara konsisten ini mampu memberikan dampak besar bagi warga yang membutuhkan pendampingan, terutama kelompok rentan yang memerlukan perhatian lebih. Ia juga berharap agar program JKN terus diperkuat dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, keberlanjutan program ini sangat penting agar tidak ada lagi warga yang menunda berobat hanya karena kendala biaya maupun keterbatasan informasi.
“Saya harap langkah konsisten ini mampu berdampak besar bagi masyarakat di lingkungan saya. Meskipun yang saya lakukan terlihat sederhana, tapi kalau bisa membantu satu orang saja untuk mendapatkan hak kesehatannya, bagi saya itu sudah sangat berarti. Semoga BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan dan menjaga keberlanjutan program ini, agar masyarakat terutama yang rentan dan membutuhkan pendampingan, bisa semakin mudah mengakses layanan kesehatan tanpa rasa khawatir,” pungkas Suci.









