Permintaan Pedagang Pasar Anyar, Relokasi Tetap di Satu Titik

Puluhan orang pedagang pasar Anyar melakukan unjuk rasa di halaman depan gedung pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Rabu 24 Januari 2024.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Polemik relokasi pedagang pasar Anyar masih terus bergulir. Meski sempat ada kesepakatan dengan Pemkot Tangerang soal relokasi, namun saat ini kembali di soal oleh pedagang. Relokasi pedagang pasar Anyar

Hal itu lantaran seluruh pedagang pasar Anyar yang sempat di berikan persetujuan direlokasi ke pasar Mambo kini beredar kabar tempat itu hanya di khususkan bagi pedagang basah, pedagang kering tetap pindah ke mal metropolis. Relokasi pedagang pasar Anyar

Bacaan Lainnya

Terkait hal ini, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar, H. Zainudin menegaskan, bahwasanya pihaknya tetap berpegang pada kesepakatan bahwa seluruh pedagang baik basah dan kering pindah ke pasar Mambo dan pasar Anyar bagian Selatan. Relokasi pedagang pasar Anyar

“Informasi yang kami terima pedagang kering di metos, yang basah disini (Mambo) itu kan berarti tidak konsekuen. Kita kan satu titik yang basah dan yang kering,”ucapnya, Rabu 31 Januari 2024.

Ia pun menyayangkan sikap Pj Wali Kota Tangerang yang pada hari ini sempat bersilaturahim dengan pedagang dengan solat zuhur berjamaah di masjid Al-Jihad, Pasar Anyar.

“Kita sepakatnya satu titik, yang basah dan yang kering, kesepakatan waktu di Kecamatan Tangerang. Pasar Mambo dan pasar Anyar Selatan, tidak bicara lagi Shinta dan Metropolis,”imbuhnya.

Diketahui, Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, sempat melaksanakan ibadah Salat Zuhur berjamaah sekaligus bersilaturahmi dengan para pedagang Pasar Anyar di Masjid Al-Jihad, Pasar Anyar pada Rabu 31 Januari 2024 siang.

Mantan Bupati Aceh Jaya ini menjelaskan tindak lanjut terkait usulan para pedagang basah dan daging yang meminta relokasi di Pasar Mambo.

“Untuk Pasar Mambo sendiri sudah kita ukur dan kita layout dan sudah kami komunikasikan dengan teman-teman perwakilan pedagang untuk nantinya bisa diteruskan kepada para pedagang lainnya,” ungkap Dr. Nurdin.

Di mana dari proses perencanaan awalnya, lanjut Dr. Nurdin, sudah sama-sama kita ketahui berapa luasnya, berapa ukurannya sehingga rekan-rekan siap dengan kondisi yang tersedia.

“Nah, ini merupakan salah satu bagian dari upaya kita dalam mendorong pendekatan persuasif, yakni mendengarkan aspirasi para pedagang untuk kemudian kita formulasikan dalam action,” imbuhnya.

Pria kelahiran Aceh ini, juga mengungkapkan, selama berjualan di tempat relokasi, para pedagang dibebaskan dari biaya sewa sampai nanti kembali lagi ke Pasar Anyar usai revitalisasi.

“Baik yang di Plaza Shinta maupun Mal Metropolis semuanya tidak dikenakan biaya sewa,” tukas Pj.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.