JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Istilah BUCIN atau Budak Cinta kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu larut dalam hubungan asmara. Melalui single terbarunya, “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”, Amin Abdullah mencoba menyampaikan pesan agar rasa cinta tetap dibarengi dengan kebebasan dan saling menghargai.
Lagu tersebut merupakan karya yang ditulis sekaligus dinyanyikan sendiri oleh Dr. Mohammad Amin, M.Sn., MA. Melalui musik, ia mengajak pendengar melihat hubungan dari sudut pandang yang lebih seimbang.
Bagi Amin, mencintai seseorang tidak berarti harus menguasai seluruh kehidupannya. Setiap individu tetap membutuhkan kesempatan untuk berkarya, bertumbuh, menjalani aktivitas, dan memiliki ruang personal.
“Sayang boleh, cinta wajib, tetapi jangan sampai menggenggam terlalu erat hingga pasangan kehilangan ruang untuk bernapas,” ujar Amin.
Pesan tersebut menjadi inti dari single “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”. Lagu ini sekaligus menjadi pengalaman baru bagi Amin karena proses pembuatannya membuatnya dapat merasakan langsung bagaimana sebuah karya musik diproduksi dan diperkenalkan kepada publik di tengah perkembangan industri digital.
“Peluncuran lagu ini tentu saja bermaksud untuk praktik langsung pada industri musik agar mengetahui perkembangan terkini. Insya Allah juga akan berguna menambah wawasan saya sebagai birokrat dan akademisi,” katanya.
Menurut Amin, dunia musik saat ini menawarkan kemudahan dari sisi produksi dan distribusi. Namun, kemudahan itu berbanding lurus dengan persaingan yang semakin tinggi karena semakin banyak karya yang masuk ke platform streaming.
“Biaya produksi lagu dalam zaman digital bisa lebih murah, namun justru biaya promosinya bisa besar sekali karena banyak sekali supply lagu dan mudah untuk masuk ke digital streaming platform,” jelasnya.
Karena itu, ia memperkenalkan pendekatan 3F, yakni Friends, Family, Foes. Ketiga kelompok tersebut dinilai dapat membantu memperkenalkan sebuah karya melalui berbagai aktivitas sederhana, termasuk membagikan lagu atau mengunggahnya di media sosial.
Dari sisi distribusi, “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita” menggunakan agregator Langitku untuk mendukung Langit Musik, DSP nasional di bawah NUON. Lagu tersebut juga tersedia di Spotify, YouTube, dan Apple Music.
Bagi Amin, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa menjadi musisi di era digital tidak hanya berkaitan dengan menciptakan lagu. Seorang kreator juga perlu memahami bagaimana karya dipasarkan dan menemukan pendengarnya.
Ia berharap single tersebut dapat diterima oleh masyarakat sekaligus menjadi pengalaman yang memberikan manfaat lebih luas.
“Mohon doanya agar berkah dan amanah,” pungkasnya.
Di luar aktivitas bermusik, Amin Abdullah menjalankan amanah sebagai Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif dan tetap aktif dalam dunia akademik dengan mengajar Kebudayaan dan Industri Kreatif di Universitas Indonesia, Sunway University Malaysia, serta Institut Kesenian Jakarta. (san/*) #foto dok. amin abdullah








