Syuting di Bromo, Empat Musim Pertiwi Jadi Produksi Terbesar Forka Films

foto dok. forka films
foto dok. forka films

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Film Empat Musim Pertiwi menjadi proyek dengan skala produksi terbesar dalam perjalanan Forka Films. Film terbaru arahan Kamila Andini tersebut menjalani proses syuting hampir sepenuhnya di kawasan Bromo dengan berbagai tantangan produksi.

Produser Ifa Isfansyah mengungkapkan proses pengambilan gambar dilakukan pada 2025. Tim produksi menggunakan sejumlah lokasi di Bromo, mulai dari kawasan permukiman, persawahan hingga area berpasir.

Bacaan Lainnya

“Syutingnya dilakukan pada tahun 2025, dan ini menjadi skala produksi terbesar Forka Films,” kata Ifa Isfansyah.

Menurut Ifa, penggunaan berbagai titik lokasi di Bromo membuat kebutuhan logistik produksi menjadi besar. Tim harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memenuhi kebutuhan cerita dan visual film.

“Kami syuting hampir sepenuhnya di Bromo, dengan berbagai titik yang kami gunakan mulai dari area permukiman, area persawahan, dan tentunya titik berpasir. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tentu membutuhkan logistik yang besar,” ujarnya.

Tidak hanya dari sisi produksi lapangan, skala besar juga terlihat dalam proses pascaproduksi. Berbagai detail visual turut dikerjakan untuk memperkuat desain produksi film.

“Belum lagi, secara post-production, kami juga memasukkan banyak detail yang membuat desain produksinya besar,” tambah Ifa.

Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan Pertiwi, perempuan yang kembali ke tanah kelahirannya setelah puluhan tahun pergi. Kepulangannya mempertemukan Pertiwi dengan berbagai sosok dari masa lalu.

Film tersebut menggunakan pendekatan lintas genre atau cross-genre. Salah satu elemen baru yang dieksplorasi Kamila dalam film ini adalah fiksi ilmiah atau sci-fi.

“Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal,” ujar Kamila.

Bagi Kamila, setiap cerita memiliki kebutuhan masing-masing. Elemen sci-fi dalam Empat Musim Pertiwi dipilih sebagai salah satu cara untuk menyampaikan perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya.

Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. (san/*) #foto dok. forka films

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.