PKL Mau Direlokasi, Parkir Liar di Stasiun Tangerang Ikut Disorot

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Stasiun Tangerang ke Pasar Anyar mendapat sorotan dari penumpang KRL. Mereka menilai, penataan kawasan stasiun tidak boleh hanya menyasar pedagang, tetapi juga harus menertibkan parkir liar yang mengganggu akses pejalan kaki.

Dwi, salah seorang penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tangerang, mengatakan penertiban harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, jika PKL ditertibkan untuk mendukung pembangunan trotoar, kendaraan yang parkir sembarangan juga harus ditangani.

Bacaan Lainnya

“Menurut saya, kalau PKL ditertibkan untuk pembangunan trotoar, parkir liar di sekitar Stasiun Tangerang juga harus menjadi perhatian,” katanya, saat dikonfirmasi pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurut Dwi, trotoar seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Namun, fungsi tersebut tidak akan berjalan maksimal jika masih digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.

Kawasan stasiun yang ramai setiap hari membutuhkan akses yang mudah dan aman bagi para penumpang. Karena itu, penataan tidak cukup hanya dengan memindahkan pedagang ke lokasi lain, tetapi juga harus memastikan jalur pejalan kaki bebas dari hambatan.

“Jangan sampai hanya pedagang yang ditertibkan, sementara kendaraan masih parkir sembarangan dan mengganggu akses pejalan kaki,” ujar Dwi.

Hal senada disampaikan Rani, penumpang KRL lainnya. Ia menilai, rencana penataan Jalan Kiasnawi di sekitar Stasiun Tangerang seharusnya mencakup seluruh persoalan yang mengganggu ketertiban kawasan, termasuk parkir liar.

“Kalau memang ingin membuat kawasan Stasiun Tangerang lebih tertata, seharusnya bukan hanya PKL yang menjadi perhatian, tetapi juga kendaraan yang parkir sembarangan,” ucapnya.

Rani mengatakan, pembangunan trotoar harus dibarengi dengan pengawasan agar fasilitas tersebut bisa digunakan sesuai fungsinya. Tanpa penertiban yang konsisten, trotoar yang sudah dibangun berisiko kembali terganggu oleh kendaraan yang parkir sembarangan.

“Kalau trotoar sudah dibangun, jangan sampai nantinya kembali terganggu oleh parkir liar,” tuturnya.

Ia berharap, penertiban kawasan Stasiun Tangerang tidak hanya dilakukan saat relokasi PKL berlangsung. Pemerintah perlu melakukan pengawasan rutin agar kawasan yang sudah ditata tetap tertib dan nyaman bagi masyarakat.

“Pemerintah perlu melakukan pengawasan secara rutin agar penataan kawasan stasiun bisa berjalan sesuai tujuan dan tidak hanya dilakukan sementara,” pungkasnya.

Sorotan para penumpang ini menunjukkan bahwa keberhasilan penataan kawasan Stasiun Tangerang tidak cukup diukur dari berkurangnya jumlah PKL. Trotoar yang bisa digunakan dengan nyaman, akses pejalan kaki yang tidak terhalang, serta parkir yang tertib juga menjadi bagian penting dari penataan kawasan tersebut.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.