KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Ratna Jumila, seorang praktisi kesehatan dan pemerhati anak, menyoroti penanganan stunting di Kota Tangerang yang masih minim.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya difokuskan pada anak, tetapi juga harus mencakup seluruh anggota keluarga, bahkan sejak sebelum pasangan itu menikah.
“Penanganan stunting di Kota Tangerang masih minim, karena penanganannya tidak cukup hanya pada anaknya saja tapi dari keluarganya juga bahkan dari orangtuanya sebelum menikah harus diperhatikan,” ujar Ratna kepada Lensabanten, Selasa, 16 Juli 2024 kemarin sore.
Ratna menekankan pentingnya promosi kesehatan yang lebih kuat kepada keluarga dan warga agar angka stunting dapat berkurang. Namun, ia menyayangkan bahwa faktor-faktor penting dalam penanganan stunting sering diabaikan.
“Kami berharap ada satu bidan desa yang bisa mereminder terus, menekankan perlunya pengingat berkelanjutan dari tenaga kesehatan.”
Puskesmas Tangerang Harus Tingkatkan Layanan Ibu Hamil
Selain itu, Ratna juga mengkritisi jadwal pemeriksaan ibu hamil di puskesmas yang hanya tersedia pada hari-hari tertentu. Banyak warga yang harus mengambil cuti untuk memeriksakan kehamilan, namun tidak menemukan layanan pada hari yang mereka kunjungi.
“Itu kan kasihan, pinginnya itu diadakan dari Senin-Sabtu itu terus ada,” ujarnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menuturkan pihaknya terus mengoptimalkan penanganan stunting di Kota Tangerang.
Terbaru pihaknya melakukan perjanjian kerja sama dengan lima rumah sakit swasta di Kota Tangerang sebagai rujukan perawatan stunting.
Lima rumah sakit tersebut adalah RSUP Sitanala, RS Sari Asih Ciledug, RS Hermina Periuk, RS Primaya, dan RS An Nisa. Rumah sakit tersebut untuk memperkuat dan mempermudah rujukan untuk perawatan anak-anak yang stunting.
“Jadi, kami sudah melakukan mapping mana saja sesuai dengan wilayah-wilayah kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Sehingga, dengan kerja sama ini mempermudah akses yang sebelumnya ada di RSUD Kota Tangerang,” ungkapnya.
Dini menegaskan, perawatan rujukan tersebut gratis tanpa dipungut biaya. Diharapkan, dengan berbagai penanganan dan program yang dilaksanakan tidak ada kasus stunting baru di Kota Tangerang.
“Mudah-mudahan, dengan berbagai program tersebut tidak ada kasus stunting baru di Kota Tangerang. Sehingga, anak-anak di Kota Tangerang tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” tutupnya.









