KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Sumiati (43), salah satu peserta program JKN yang mengaku sangat terbantu saat anak perempuannya, Zaskia Aulia (15), diharuskan melakukan perawatan di rumah sakit daerah Tangerang.
Menurut keterangan Sumiati, Zaskia sudah dua hari mengalami gejala demam tinggi yang tidak kunjung turun. Tubuhnya terlihat sangat lemas, dan ia menolak semua makanan yang diberikan.
Sumiati mengatakan gejala awalnya hanya demam ringan dan pusing, namun semakin memburuk dengan cepat. Akhirnya, Sumiati memutuskan untuk membawa Zaskia ke rumah sakit setelah sebelumnya mendapat rujukan dari klinik.
“Awalnya saya pikir cuma capek biasa karena pulang sekolah. Tapi pas malamnya demam anak saya tinggi sekali, sampai menggigil. Belum lagi saya tawari untuk makan yang biasanya lahap ini semuanya ditolak. Sebagai orang tua saya tentu khawatir, apalagi sudah terlihat lemas sekali. Akhirnya, saya bawa ke klinik dekat rumah. Taunya dirujuk sama dokternya ke rumah sakit ini untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sumiati saat ditemui di ruang perawatan.
Sumiati tidak dapat menyembunyikan rasa khawatir saat terus memandangi putrinya yang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, dokter menyatakan bahwa Zaskia positif menderita thypoid.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang tercemar. Gejalanya meliputi demam tinggi, lemas, nyeri perut, dan hilangnya nafsu makan. Beruntung, seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Sebagai ibu, melihat anak saya seperti itu tentu sangat khawatir. Lihat dia gak ada semangat buat main aja, saya sudah sedih sekali. Biasanya pulang sekolah sudah main sama teman-temannya, ini lemas. Padahal tiga hari yang lalu, masih semangat untuk makan dan main sama teman-temannya.
Akhirnya, waktu diperiksa sama dokter dan di cek darahnya ternyata positif kena tipes. Semakin menambah pikiran saya juga terkait biaya pengobatannya, untungnya ada program JKN ini,” ucap Sumiati.
Di tengah kelegaannya setelah mengetahui kondisi putrinya berangsur membaik, Sumiati mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kemudahan akses layanan kesehatan yang diperolehnya melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baginya, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan ketenangan di saat menghadapi situasi sulit. Ia pun memahami arti penting kehadiran program JKN di tengah masyarakat Indonesia.
Menurutnya, ini bukti hadirnya pemerintah untuk masyarakat Indonesia. .
“Saya sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta program JKN. Biaya semua ditanggung, saya tidak mengeluarkan sepeserpun untuk biaya perawatan anak saya. Bayangkan saja suami saya hanya buruh pabrik, apabila tidak terdaftar program ini untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan mungkin butuh biaya yang besar. Saya jadi paham kenapa masyarakat Indonesia harus terdaftar program ini, terasa sekali manfaatnya bagi kami sekeluarga,” kata Sumiati.
Menutup ceritanya, Sumiati berterima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh program JKN kepada keluarganya. Menurutnya, program JKN memberikan harapan dan perlindungan bagi keluarga-keluarga kecil yang kesulitan menjangkau pelayanan kesehatan berkualitas.
Ia berharap ke depan, pelayanan program JKN semakin merata, mudah diakses, dan terus meningkatkan kualitasnya agar seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat yang sama seperti yang telah ia alami.
“Saya berterima kasih kepada BPJS Kesehatan selaku penyelenggara program ini. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sangat baik dan saya harap akan terus seperti ini. Ini menjadi harapan kepada kami yang memiliki keluarga kecil dengan biaya hidup yang pas-pasan. Dengan biaya iuran yang menurut kami masih terjangkau, kami dapat menikmati fasilitas kesehatan yang biayanya merogoh kocek yang fantastis jika tidak menggunakan program ini. Sekali lagi, saya sekeluarga bersyukur karena terdaftar program ini.” tutup Sumiati.









