TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Pemerintah memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan meskipun memasuki bulan suci Ramadan. Meski demikian, terdapat perubahan pada mekanisme waktu pembagian dan jenis menu untuk menyesuaikan kebutuhan para penerima manfaat.
Jika pelayanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap dilakukan secara normal, bagi anak sekolah yang berpuasa, menu makan akan dibagikan pada siang hari saat pulang sekolah untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa.
Kepala SPPG Yayasan Anak Pintar di Sukasari, Muhammad Gazi Al-Ghafary, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait arahan teknis di lapangan. Gazi menekankan bahwa komitmen pusat adalah menjaga keberlangsungan program ini bagi masyarakat tanpa terputus oleh periode puasa.
“Arahan sejauh ini sama pusat, yang pasti arahnya cuma setiap hari kita pada saat bulan puasa itu tetap berlanjut program ini,” ujar Gazi saat menjelaskan kepastian operasional SPPG., Kamis, 29 Januari 2026.
Tantangan utama dalam pembagian siang hari adalah menjaga kualitas makanan agar tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka tiba.
Menanggapi hal tersebut, Gazi mengungkapkan bahwa menu yang akan disajikan telah dirancang khusus agar memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan menu harian biasanya.
“Mungkin kalau untuk itu, dari pimpinan yang atas, dari BGN, pembicaraan katanya tetap mengirimkan yang tahan lama 12 jam. Mungkin yang pasti sih makanan keringlah ya, tidak mungkin juga kan makanan basah,” tambahnya.
Dengan adanya penyesuaian ini, pemerintah berharap kebutuhan gizi siswa dan kelompok rentan lainnya tetap terpenuhi dengan standar keamanan pangan yang terjaga. Program ini pun direncanakan akan tetap menggunakan kemasan yang praktis bagi siswa.









