Ratu Malaka Jadi Magnet Baru Film Aksi Indonesia

Ratu Malaka Jadi Magnet Baru Film Aksi Indonesia

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – JAFF Market 2025 menjadi panggung yang tepat bagi Visinema untuk memperkenalkan deretan aktor utama film Ratu Malaka (Queen of Malacca), karya terbaru  Angga Dwimas Sasongko yang banyak disebut sebagai proyek aksi paling ambisius dalam siklus produksi mereka. Pengumuman ini langsung menyalakan sorotan industri terhadap arah baru film aksi Indonesia.

Dalam film ini, Angga kembali ke kursi sutradara setelah dua tahun vakum. Ia membawa energi baru untuk membangun semesta dunia kriminal yang bergerak seperti jantung yang berdenyut tanpa henti.

Bacaan Lainnya

“Ada intensitas yang membuat kami terus siaga selama membangunnya,” ungkap Angga. Visi itu beresonansi dengan karakter film yang digadang menonjolkan tensi dan kedalaman emosi.

Visinema memperkenalkan pemain lintas generasi yang menegaskan skala besar film ini: Claresta Taufan, Jihane Almira, Lutesha, Dion Wiyoko, Faris Fadjar, disertai dua aktris senior yang memegang peran sentral, Wulan Guritno dan Marcella Zalianty. Perpaduan ini menjadi pondasi yang memberi warna kompleks pada hubungan antarkarakter.

BACA JUGA  : Magma Entertainment dan Bumilangit Umumkan Film Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat akan Tayang pada 2027

Cerita Ratu Malaka berpusat pada tiga perempuan yang menguasai dunia kriminal melalui strategi, intuisi, dan luka masa lalu. Mereka diperankan oleh Claresta,

Wulan, dan Marcella, masing-masing dengan gaya dominasi yang berbeda. Ketegangan antar ketiganya menjadi motor utama film, menggerakkan konflik dari level personal hingga perebutan kekuasaan yang lebih luas.

Kolaborasi penulisan antara Angga dan Irfan Ramli memperkuat struktur cerita yang penuh tekanan emosional. Irfan, yang sebelumnya meraih Piala Citra, kembali menampilkan ketajaman naratif yang menjadi kekuatan utama film.

Penonton diharapkan tak diberi ruang untuk bernapas melalui ritme cerita yang selalu berubah. Komentar produser Kori Adyaning menambah antusiasme: “Film ini berdiri di pundak tiga perempuan yang memimpin dengan cara yang tidak konvensional — itu yang membuatnya berbeda.”
Perspektif ini menempatkan Ratu Malaka sebagai film aksi Indonesia yang punya identitas unik dan ambisi sinematik kuat.
Visinema juga memastikan bahwa standar aksi berada pada level global dengan menggandeng Chan Man-ching, koreografer laga legendaris asal Hong Kong. Sentuhan khasnya menghadirkan gerak yang presisi, estetis, dan penuh kepribadian, menjadikan adegan-adegan pertempuran sebagai elemen yang tak hanya memacu adrenalin, tetapi juga membentuk karakter.

Dengan produksi intensif yang sedang berlangsung, Ratu Malaka diproyeksikan menjadi salah satu film aksi paling menonjol menjelang 2027. Keberanian Visinema mengeksekusi cerita besar dengan karakter perempuan kuat menjadi indikator bahwa industri film Indonesia tengah bergerak menuju tahap yang lebih matang dan kompetitif.(san/*) #foto dok. ig@anggasasongko

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.