JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Industri perfilman horor Indonesia kembali mendapat perhatian setelah diumumkannya film 402 Rumah Sakit Angker Korea yang merupakan remake resmi dari film fenomenal Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum.
Kehadiran film ini langsung memancing rasa penasaran publik karena menjanjikan kombinasi teror Korea dengan nuansa mistis khas Indonesia.
Film asli “Gonjiam” dikenal sebagai salah satu karya horor paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir. Mengangkat eksplorasi rumah sakit jiwa terbengkalai yang dipercaya berhantu, film tersebut sukses membangun rasa takut melalui suasana sunyi dan visual realistis yang membuat penonton merasa terjebak di lokasi kejadian.
Keputusan tim produksi menghilangkan musik latar menjadi elemen penting yang membuat film tersebut terasa lebih hidup. Penonton hanya mendengar suara langkah kaki, bisikan samar, hingga napas panik para karakter yang memperkuat sensasi mencekam sepanjang film berlangsung.
“Kami sengaja membuat pengalaman menonton terasa mentah dan nyata. Ketika suara di sekitar terdengar alami, penonton akan lebih mudah larut dalam rasa takut,” ujar pihak produksi film original saat menjelaskan pendekatan kreatif mereka.
Versi Indonesia yang disutradarai Anggy Umbara disebut tidak hanya menyalin cerita asli, tetapi juga menghadirkan interpretasi baru yang relevan dengan budaya horor lokal. Misteri kamar bernomor 402 tetap menjadi pusat cerita, namun akan dibumbui elemen supranatural yang dekat dengan kepercayaan masyarakat Indonesia.
Banyak penggemar mulai berspekulasi mengenai adegan paling menyeramkan yang akan ditampilkan. Mulai dari bisikan misterius di lorong gelap, kemunculan sosok di bak mandi, hingga kemungkinan hadirnya makhluk mistis lokal yang belum pernah muncul di versi Korea.
“Penonton Indonesia punya kedekatan emosional dengan cerita-cerita mistis. Kami ingin menghadirkan ketakutan yang tidak hanya mengejutkan, tetapi juga membekas setelah keluar bioskop,” kata salah satu tim kreatif produksi film tersebut.
Deretan pemain muda populer seperti Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Aylena Fusil, serta Jang Han-Sol diyakini menjadi daya tarik tambahan bagi generasi muda pecinta horor.
Dengan jadwal tayang 9 Juli 2026, film ini diprediksi mampu menghidupkan kembali tren horor found footage di Indonesia. (san/*) #foto dok. 402.rsangkerkorea









