KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten telah menjangkau sekitar 5,4 juta warga. Capaian tersebut setara 41 persen dari target 46 persen penduduk Banten.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan program CKG kembali dilaksanakan di wilayah Kota Tangerang, salah satunya di Gedung Olahraga Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Tangerang sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Untuk kesekian kali kita melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis. Saat ini capaian Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Banten telah mencapai 5,4 juta warga atau setara dengan 41 persen dari target 46 persen,” kata Andra Soni.
CKG Kota Tangerang Capai 100 Persen
Andra menyebut capaian CKG di Kota Tangerang telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Hingga saat ini, sekitar 926.000 warga Kota Tangerang telah mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis.
“Alhamdulillah untuk wilayah Kota Tangerang telah mencapai 100 persen. Komitmen Pak Wali Kota, sisa waktu sampai Desember nanti akan diteruskan dengan target 60 persen,” ujarnya.
Menurut Andra, pemeriksaan kesehatan secara gratis menjadi langkah penting untuk mengetahui penyakit sejak dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat segera melakukan pengobatan sekaligus mengantisipasi risiko penyakit berkembang menjadi lebih serius.
“Terima kasih atas dukungan masyarakat dan seluruh pihak atas terlaksananya program Cek Kesehatan Gratis ini dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan mengetahui penyakit dari awal, kita bisa mengantisipasi dan bisa diobati,” jelasnya.
Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Dominan
Dari 5,4 juta warga yang telah mengikuti CKG di Banten, hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit yang paling banyak ditemukan. Kedua penyakit tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memicu berbagai komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.
“Paling dominan ditemukan adalah hipertensi dan diabetes. Hipertensi dan diabetes ini cenderung bisa menjadi penyakit yang menyebabkan komplikasi, oleh karena itu harus ditangani dengan baik,” jelas Andra.
Ia menekankan upaya menjaga kesehatan tidak cukup hanya melalui pengobatan ketika seseorang sudah sakit. Edukasi mengenai pola makan, menjaga kadar gula darah, serta pencegahan penyakit juga harus terus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
“Selain tindakan kuratif, kita juga harus melakukan tindakan preventif dan promotif dalam kesehatan,” tuturnya.
Sachrudin Ajak Warga Tak Tunggu Sakit
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi kehadiran Gubernur Banten dalam kegiatan CKG yang digelar di wilayah Kota Tangerang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Gubernur yang selalu hadir dalam berbagai macam kegiatan kemasyarakatan. Hari ini hadir dalam rangka Cek Kesehatan Gratis bersama Gubernur untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” kata Sachrudin.
Sachrudin mengatakan pemeriksaan kesehatan sejak dini penting dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau. Jika ditemukan adanya penyakit, masyarakat dapat segera mendapatkan penanganan tanpa harus menunggu kondisi semakin parah.
“Jangan menunggu sakit baru berobat, tapi kita ketahui sehingga segera diatasi,” ujarnya.
Puskesmas Terus Layani CKG
Sachrudin memastikan pelayanan kesehatan melalui CKG terus didorong di Puskesmas yang ada di Kota Tangerang. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan akses pemeriksaan kesehatan yang lebih mudah kepada masyarakat.
“Kita terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk di Puskesmas-Puskesmas untuk melaksanakan CKG,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dalam program CKG mencakup sejumlah layanan dasar untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat hingga pemeriksaan toraks atau paru-paru.
“Macam-macam, dari tensi, kemudian gula darah, kolesterol, asam urat, termasuk toraks, paru-paru,” pungkasnya.
Masyarakat Diminta Tak Takut Periksa
Andra juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut mengetahui kondisi kesehatan melalui program CKG. Menurutnya, mengetahui penyakit sejak awal justru memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menentukan langkah pengobatan dan pencegahan yang tepat.
“Saat kita mau periksa itu cenderung agak khawatir kalau ketahuan penyakitnya. Nah, itu yang harus dibuang jauh-jauh karena dengan kita tahu penyakit, kita tahu bagaimana mengobatinya dan bagaimana mengantisipasinya,” pungkas Andra.








