“Sang Ombak Raksasa”, Lagu Edukasi Tsunami untuk Anak-Anak Situregen

“Sang Ombak Raksasa”, Lagu Edukasi Tsunami untuk Anak-Anak Situregen
“Sang Ombak Raksasa”, Lagu Edukasi Tsunami untuk Anak-Anak Situregen

LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui project Eve Act Notes merilis “Sang Ombak Raksasa”, suatu lagu edukasi mitigasi bencana tsunami bersama video musiknya pada hari Selasa 20 Mei 2025 pukul 20.00 WIB di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Karya dari Yvest Tanno ini merupakan bagian dari Humanity Project Batch VI UMN, yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak mengenai bencana tsunami serta skema evakuasi 20-20-20.

“Sang Ombak Raksasa” merupakan suatu sebutan untuk memperkenalkan “Tsunami” kepada anak-anak, untuk memberitahu bahwa tsunami datang dalam wujud ombak yang tinggi dan besar, layaknya raksasa. Lagu ini juga mengajarkan mengenai evakuasi, yang artinya, menyelamatkan diri, dan bagaimana skema evakuasi bencana tsunami.

Bacaan Lainnya

Media Edukasi Anak-Anak Situregen

Karya ini dibuat untuk mengedukasi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah dengan risiko bencana tsunami yang tinggi. Salah satunya Desa Situregen, Lebak Selatan, yang terletak hanya kurang lebih 100 meter dari garis pantai, dan menjadi salah satu daerah dengan risiko bencana tsunami tertinggi di Lebak Selatan.

Karya ini dibuat khususnya untuk anak-anak, yang merupakan bagian dari kelompok rentan, yang menjadi prioritas ketika evakuasi. Maka dari itu, karya ini dikembangkan menjadi suatu media audio-visual agar lebih mudah untuk dipahami oleh anak-anak.

Visual video musik memperlihatkan bagaimana wujud berlindung di bawah meja ketika merasakan gempa bumi, juga disertai wujud rambu peringatan kawasan rawan tsunami serta peta jalur evakuasi.

Karya Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dibuat dengan partisipasi dan dukungan masyarakat Desa Situregen, terutama Bapak/Ibu Guru dan siswa-siswi SDN 02 Situregen serta para relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen yang menjadi pemeran.

Lagu “Sang Ombak Raksasa” sendiri dibawakan oleh Yvest Tanno, mahasiswi Humanity Project Batch VI UMN, dan didukung oleh backing dan choir vocal dari siswa-siswi Kelas 6 SDN 02 Situregen.

Video Musik “Sang Ombak Raksasa” direkam di Pantai Wisata Batu Sahulu, Desa Situregen. Proses pengambilan gambar bukan hanya untuk kepentingan artistik, tapi juga menjadi suatu proses edukasi secara langsung bagi para pemeran.

Yvest Tanno, selaku Sutradara Video Musik “Sang Ombak Raksasa” selain mengarahkan

25 orang pemeran dari masyarakat Desa Situregen, juga menjelaskan keadaan nyata Desa Situregen yang rawan tsunami, sehingga perasaan yang diekspresikan para pemeran juga orisinal.

“Dengan berbagai aspek yang disesuaikan dengan keadaan secara nyata di Desa Situregen, juga partisipasi dari masyarakat Desa Situregen, harapannya karya ini dapat terasa dekat dengan masyarakat, dan berhasil sebagai media edukasi mitigasi bencana tsunami yang efektif di Desa Situregen,” ujar Yvest Tanno.

Upaya Edukasi Gugus Mitigasi Lebak Selatan

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang bergerak di bidang mitigasi bencana memiliki program kerja, salah satunya Tsunami Ready Program, yang salah satu indikator-nya adalah sumber daya penjangkauan, kesadaran publik, dan pendidikan tersedia dan didistribusikan. Salah satunya, “Sang Ombak Raksasa” yang dibuat di bawah pengawasan Anis Faisal Reza, selaku Direktur GMLS, juga dibawah pendampingan dari Resti Yuliani dan Dayah Fata Fadillah dari GMLS.

“Saya sangat bangga dengan peluncuran ‘Sang Ombak Raksasa’ yang berhasil mengemas edukasi mitigasi tsunami dalam format yang menarik dan mudah dipahami anak-anak, sebagai bagian dari komitmen GMLS membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Anis Faisal Reza.

Eve Act Notes berkolaborasi dengan berbagai kegiatan Humanity Project lainnya di bawah naungan GMLS, yaitu Rumah MARIMBA, Pahlawan Siaga Bencana (PASIAGANA), dan Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA) untuk diajarkan dari sekolah ke sekolah di Situregen, mulai dari tingkat RA (Rombongan Anak), SD, sampai MTS (Madrasah Tsanawiyah).

Karya Kolaborasi Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Dalam pembuatan karya “Sang Ombak Raksasa”, Eve Act Notes berkolaborasi dengan HY Studio dan Roll N Eksyen Studio, yang masing-masingnya adalah studio produksi musik dan rumah produksi film milik mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Karya ini juga menjadi suatu wujud kolaborasi dan kekompakan antar mahasiswa UMN.

Sesuai dengan nama proyeknya, “Eve Act Notes” (dapat dibaca sebagai: EVAC Notes), karya “Sang Ombak Raksasa” diharapkan dapat menjadi notasi/bunyi/nyanyian evakuasi yang selalu diingat, terutama untuk mempelajari skema evakuasi bencana tsunami.

“Sang Ombak Raksasa” diharapkan dapat menjadi suatu media edukasi yang menyenangkan. Meskipun membahas bahaya tsunami yang serius, tetap dikemas dengan seru, dan harapannya mampu membuat anak-anak bernyanyi dan bergerak bersama-sama.

Karya ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Situregen, salah satunya Ibu Entin Rohmiati, Guru SDN 02 Situregen. “Terima kasih ya atas ilmunya khususnya buat anak-anak, umumnya buat semuanya” ujar Ibu Entin.

Karya ini meskipun ditujukan untuk edukasi bencana tsunami di Desa Situregen, juga dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas, karena juga terdapat potensi bencana tsunami di wilayah Indonesia lainnya. Saksikan karya “Sang Ombak Raksasa” hanya di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.