TANGSEL, LENSABANTEN.CO.ID – Selama satu dekade perjalanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), semakin banyak masyarakat merasakan manfaat kehadiran program jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
Purnama Tampubolon (50) merupakan salah satu peserta Program JKN yang juga merasakan manfaat Program JKN ini. Menurut Purnama, Program JKN dirancang untuk memberikan akses yang lebih adil dan merata terhadap layanan kesehatan. Hal itu dirasakannya kala mendampingi sang suami menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Ciputat.
“Kemarin suami saya baru menjalani operasi usus buntu. Awalnya suami saya hanya mengeluh diare, tapi karna tak kunjung sembuh akhirnya berobat ke Puskesmas. Ternyata harus dirujuk ke rumah sakit. Di rumah sakit dokter dengan cekatan memeriksa. Setelah observasi beberapa jam, suami saya dinyatakan menderita usus buntu. Saat diberitahu dokter harus operasi saat itu juga, saya tidak tahu harus bagaimana. Operasi pasti membutuhkan biaya yang besar,” ujar Purnama.
Kekhawatiran akan biaya sempat dirasakan oleh Ibu Purnama kala sang suami dinyatakan harus melakukan operasi usus buntu. Namun, hal itu sirna ketika ia menyadari telah didaftarkan oleh kantornya sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Hal ini merupakan pengalaman pertama bagi dirinya dan keluarga untuk menggunakan dan merasakan program JKN. Ia tak menyangka bahwa BPJS Kesehatan dapat membantu pengobatan sang suami, menurutnya ini sangat membantu untuk meringankan beban yang ia dan keluarga rasakan.
“Kini kerisauan hati saya terjawab sudah, semua biaya pengobatan telah ditanggung oleh Program JKN. Untungnya perusahaan mendaftarkan kami sekeluarga sebagai peserta JKN, ternyata manfaatnya sangat banyak dan berarti untuk kami. Benar-benar meringankan beban kami sekeluarga. Sekarang kami tidak perlu memikirkan biaya, dan bisa fokus mendampingi suami yang sedang pemulihan. Tidak salah langkah telah memutuskan menjadi peserta JKN beberapa tahun lalu,” tutur Purnama, Sabtu, 1 Juni 2024.
Segala ketakutan biaya yang muncul di benaknya pada saat menjelang sang suami menjalani operasi terjawab sudah. Saat ini, sang suami sedang menjalani pemulihan pasca operasi usus buntu yang dijalaninya.
Purnama menambahkan semua obat-obatan juga disediakan oleh rumah sakit sehingga tidak ada pembelian obat diluar. Dirinya mengaku sangat bersyukur karena operasi usus buntu yang berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Semua bebannya hilang berkat kartu JKN miliknya.
“Saya sangat lega sekaligus bangga menjadi peserta JKN. Tidak ada kendala yang berarti bagi saya dan keluarga selama menjalani pengobatan disini. Saat mendaftar tidak ada lagi dimintakan berkas-berkas lain, cukup menunjukkan NIK di Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu keluarga itu saja. Semuanya sangat cepat dan mudah, tidak perlu lagi ada berkas fotokopi dan sebagainya. Pokoknya kami dilayani dengan sangat baik tanpa ada diskriminasi antara pasien yang satu dengan pasien lainnya. Semua penanganan selama di sini sangat cepat. Kini kerisauan hati saya terjawab sudah berkat Program JKN,” imbuh Fitriani.
Diakhir ceritanya, tak lupa Purnama menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta JKN yang telah bergotong royong untuk membantu dirinya dan jutaan peserta lainnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia pun berharap BPJS Kesehatan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan layanan yang telah diberikan kepada masyarakat Indonesia, agar keberadaan BPJS Kesehatan semakin banyak dirasakan.
Dirinya berharap agar apa yang ia dan keluarga rasakan tidak berhenti di keluarganya saja, tetapi semakin banyak masyarakat dapat merasakan kebaikan program JKN.









