Sapi “Sambo” 1,1 Ton dari Kota Tangerang Dibeli Presiden Prabowo Rp122 Juta

Sapi “Sambo” 1,1 Ton dari kOTA Tangerang Dibeli Presiden Prabowo Rp122 Juta

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Peternak sapi asal Cipondoh, Kota Tangerang, Muhammad Rozi berhasil menjual sapi kurbannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026. Sapi jenis Brangus bernama “Sambo” itu memiliki bobot mencapai 1,1 ton setelah dirawat selama tiga tahun.

“Bobotnya itu sudah ditimbang 1,1 ton. Mungkin sekarang sudah lebih dari 1.100 kilo,” ujar Rozi saat ditemui di kandangnya, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Jumat, 14 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Rozi menjelaskan, Sambo dibeli dari Jawa Timur saat masih berusia dua tahun. Sejak awal, sapi tersebut memang dirawat secara khusus agar pertumbuhannya maksimal dan memenuhi standar hewan kurban presiden.

“Makannya teratur dan kebersihannya teratur juga. Pagi kita mandikan, sore sebelum tidur kita mandikan lagi,” kata dia.

Perawatan Sambo dilakukan secara rutin setiap hari, mulai dari menjaga kebersihan kandang hingga memandikannya dua kali sehari. Selain itu, pola makan sapi tersebut juga diperhatikan untuk menjaga kesehatan dan menambah bobot tubuhnya.

“Kalau ampas tahu sekitar 30 kilo sehari. Konsentrat satu kilo, singkong bisa tiga kilo,” kata Rozi.

Dalam sehari, Sambo mengonsumsi berbagai jenis pakan seperti ampas tahu, rumput, jerami, konsentrat, hingga limbah singkong. Untuk kebutuhan minumnya, sapi berbadan besar itu bisa menghabiskan sekitar 30 liter air setiap hari.

Nama “Sambo” diberikan Rozi karena bentuk tubuh sapi yang besar dengan warna hitam pekat. Nama tersebut muncul saat kasus Ferdy Sambo ramai diberitakan di televisi beberapa tahun lalu.

“Waktu itu lagi ramai di TV soal Sambo. Pas sapi saya datang, saya bilang ‘wah kayak Sambo nih, seram’. Ya sudah keterusan sampai sekarang,” kata dia.

Meski memiliki ukuran tubuh besar, Rozi mengatakan Sambo memiliki sifat yang jinak dan manja. Bahkan, sapi tersebut lebih senang ketika diajak berinteraksi dan diusap oleh pemiliknya.

“Dia enggak agresif, malah kolokan. Maunya diusap-usap,” imbuh dia.

Rozi mengaku sudah lima kali mencoba mengikutsertakan sapinya dalam seleksi hewan kurban presiden. Namun, beberapa kali upayanya gagal karena faktor kesehatan dan bobot sapi yang belum memenuhi persyaratan.

“Kalau sudah lab-nya lulus baru bisa lanjut. Nanti menjelang pengiriman dites lagi kesehatannya,” tutur dia.

Menurut Rozi, proses seleksi hewan kurban presiden dilakukan sangat ketat karena harus melalui sejumlah pemeriksaan kesehatan. Tes tersebut meliputi pemeriksaan darah, air liur, hingga kotoran oleh petugas kesehatan hewan dan Dinas Pertanian.

“Sambo Rp 122 juta, alhamdulillah tertinggi,” kata Rozi.

Sambo akhirnya lolos seleksi dan terjual dengan harga Rp122 juta, sekaligus menjadi sapi dengan harga tertinggi di kandang milik Rozi. Sebelumnya, pada 2025, Rozi juga pernah menjual sapi jenis Limosin bernama Bruno kepada Presiden Prabowo.

“Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti enggak sia-sia ngerawat sapi sampai akhirnya terpilih untuk RI 1,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.