Dua Kawasan Industri di Banten Jadi Pilot Project SMK Link and Match

Jobfair Edufair SMK Tangerang 2024: Peluang Emas bagi Lulusan dan Umum
Jobfair Edufair SMK Tangerang 2024: Peluang Emas bagi Lulusan dan Umum. FOTO : Ilham Herda Fauzi/Lensabanten

SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Provinsi Banten menggandeng Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 untuk membangun pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri guna mencetak lulusan siap kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di daerah itu. Dua kawasan industri di Kabupaten dan Kota Serang disiapkan menjadi proyek percontohan pengembangan sekolah vokasi terintegrasi dunia kerja.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan program tersebut akan difokuskan di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, serta Kawasan Industri Sawah Luhur di Kota Serang. Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 tengah melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) terhadap kedua lokasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Kajian itu mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi geografis, jumlah usia sekolah, keberadaan SMK di sekitar kawasan, hingga potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” kata Andra Soni saat menerima kunjungan pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama APINDO Banten di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis 14 Mei 2026.

Menurut Andra, penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, program tersebut diharapkan mampu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten yang masih didominasi lulusan sekolah menengah kejuruan.

Ia optimistis pola pendidikan yang telah diterapkan Yayasan SMK Mitra Industri di sejumlah daerah dapat diadaptasi di Banten. Terlebih, Provinsi Banten memiliki posisi geografis strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera serta didukung ribuan industri yang beroperasi di wilayah tersebut.

Data Pemprov Banten mencatat terdapat sekitar 8.924 industri, mulai skala kecil hingga besar, yang tersebar di berbagai kawasan industri di provinsi itu.

Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 Darwoto menjelaskan konsep utama pendidikan di sekolah vokasi tersebut menitikberatkan pada pendidikan karakter dan adaptasi terhadap budaya kerja industri.

Menurut dia, peserta didik tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pelatihan berbasis industri agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” ujar Darwoto.

Ia menambahkan, hasil kajian sementara menunjukkan persaingan penerimaan siswa di kedua wilayah cukup tinggi karena jumlah lulusan SMA dan SMK lebih besar dibandingkan lulusan SMP. Selain itu, jurusan di SMK sekitar kawasan industri dinilai belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri setempat.

Darwoto mencontohkan, mayoritas SMK di sekitar kawasan masih membuka jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sementara kebutuhan industri di Cikande dan Kasemen lebih banyak bergerak di bidang manufaktur dan pekerjaan logam.

Karena itu, pihaknya mendorong pembukaan jurusan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri seperti manajemen logistik, teknik pengelasan, mekatronika, dan teknik pemesinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Jamaludin mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas sejumlah persoalan pendidikan di Banten, termasuk angka putus sekolah dan tingginya pengangguran lulusan SMK.

Menurut dia, penyesuaian jurusan SMK dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja.

“Dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimistis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” kata Jamaludin.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.