Satgas PPA Tangerang Siaga 24 Jam, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang terus menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan, pada 2021 terdapat 154 kasus, meningkat menjadi 192 kasus pada 2022, menurun menjadi 174 kasus pada 2023, dan hingga Juni 2024 sudah tercatat 102 kasus.
Ilustrasi kekerasan pada anak

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Dalam upaya tersebut, Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah meningkatkan kapasitas Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA).   

Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, dalam acara pembukaan pelatihan Satgas PPA, menekankan pentingnya peran Satgas dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Bacaan Lainnya

“Sebagai kota besar, Tangerang berpotensi menghadapi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu, kita perlu membangun kapasitas perlindungan yang efektif, salah satunya melalui Satgas yang siap 24 jam memfasilitasi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Pj Wali Kota.

Selain meningkatkan kapasitas Satgas, Pemkot Tangerang juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Berbagai program seperti Generasi Berencana (Genre) dan forum anak terus digalakkan.

Dengan adanya Satgas PPA yang siap siaga dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangerang dapat ditekan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.