KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Warga Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dibuat resah dengan kondisi Situ Cangkring yang sejak dua pekan terakhir mendadak dipenuhi ikan mati. Kawasan yang biasanya menjadi ruang terbuka sekaligus sumber penghasilan warga kini berubah muram dan sepi aktivitas.
Fenomena itu pertama kali terlihat ketika permukaan danau dipenuhi bangkai ikan yang mengapung. Situasi tersebut kontras dengan kondisi biasanya, di mana warga dari dalam maupun luar daerah ramai datang untuk memancing.
“Kami khawatir ada pencemaran limbah industri. Biasanya ikan di sini sehat dan banyak, tapi sejak dua minggu lalu mati mendadak,” ujar Gandi, Ketua Forum RW Kelurahan Priuk Jaya, saat ditemui wartawan di tepi Situ Cangkring, pada Sabtu 23 Agustus 2025.
Menurut Gandi, persoalan ini sudah disampaikan ke berbagai pihak, mulai dari lurah, camat, DPRD, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Pihak DLH bahkan telah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. Namun, hingga kini hasilnya belum juga dipublikasikan.
“DLH sudah turun mengambil sampel, tapi yang kami sayangkan sudah dua minggu belum ada hasil. Warga terus bertanya karena ini menyangkut kesehatan mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, warga di sekitar Situ Cangkring masih sangat bergantung pada air tanah untuk kebutuhan sehari-hari karena layanan PDAM belum masuk ke wilayah tersebut. Jika benar terjadi pencemaran limbah industri, dampaknya bisa langsung mengancam kesehatan masyarakat.
“Kalau benar hasil lab menyatakan ada pencemaran limbah industri, maka kesehatan masyarakat terancam. Kami mohon pemerintah, khususnya DLH, segera menyampaikan hasil uji itu secara terbuka,” lanjut Gandi.
Kekhawatiran warga semakin menguat lantaran lokasi Situ Cangkring memang dikelilingi kawasan industri. Tercatat lebih dari tujuh perusahaan berdiri di sekitar danau, bahkan ada yang baru beroperasi.
“Sekitar danau ini seluruhnya dikelilingi industri, jumlahnya lebih dari 7 sampai 8. Jadi wajar kalau masyarakat curiga, karena indikasi kuatnya ada di situ,” kata Gandi.
Selain ancaman kesehatan, fenomena ini juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi. Aktivitas memancing yang selama ini menjadi hiburan dan sumber tambahan penghasilan warga mendadak berhenti. Suasana yang biasanya ramai pengunjung kini berubah sepi.
“Dulu banyak orang luar datang memancing ke sini, karena gratis dan ikannya juga banyak. Sekarang setelah ada pencemaran, suasana sepi sekali,” ujarnya.
Warga kini menunggu langkah cepat pemerintah Kota Tangerang. Mereka berharap hasil uji laboratorium segera diumumkan agar penyebab matinya ikan bisa dipastikan.
“Kami hanya minta kepastian. Kalau memang tercemar, harus ada tindak lanjut. Kalau tidak, ya harus dijelaskan apa penyebabnya. Jangan sampai warga terus menunggu tanpa kejelasan,” tutup Gandi.
Sebagai penutup, masyarakat berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Pemerintah diminta bersikap transparan demi menjaga kesehatan warga sekaligus memulihkan kembali fungsi Situ Cangkring sebagai ruang publik dan sumber kehidupan masyarakat sekitar.
Penulis : Dony Ambarita
Editor : Eky








