KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kusraeti, seorang ibu rumah tangga yang telah menetap di Tangerang sejak tahun 1998, adalah sosok inspiratif yang telah menjalani perjalanan yang mengesankan dalam dunia seni kerajinan. Ia pernah tinggal di Jatiwangi, Majalengka, dan Sukabumi sebelum menetap di Tangerang. Dalam perjalanan hidupnya, Srikusraeti menjalani peran sebagai seorang ibu yang memiliki dua putri sebagai anaknya.
Awalnya, Srikusraeti memulai bisnisnya pada akhir tahun 2016 dengan makanan seperti rendang dan berbagai jenis snack. Namun, dia kemudian memutuskan untuk mencoba dunia kerajinan tangan, yang awalnya berfokus pada pembuatan gelang dan bros. Pada tahun 2018, dia memperluas bisnisnya dengan menciptakan anting, kalung, dan bros yang dihiasi sulaman tangan.
Pameran pertamanya diadakan di Mtch box di Lippo melalui dukungan asosiasi UKAMI. Dari sana, usahanya terus berkembang, bahkan hingga mendapatkan tempat di pameran di Kuta, Bali, yang diundang oleh UKAMI pada tahun 2019.
Momen pandemi COVID-19 tidak menghentikan semangat Srikusraeti untuk memajukan bisnisnya. Selama masa pandemi, dia tetap aktif dalam berbagai pameran seni, seperti pameran di Lippo dan di bandara. Dalam kerja sama dengan AP II (Angkasa Pura II), dia mendapat stan gratis di bandara, yang kemudian menghasilkan omset yang mengesankan sebesar 40 juta rupiah selama pameran berlangsung selama 4 bulan. Di terminal 3 bandara, omsetnya mencapai 13.800.000 rupiah dalam sebulan.
Saat ini, bisnis kerajinan tangan Srikusraeti terus berkembang, dengan galeri utama di Bandara Seokarno-Hatta. Produk-produknya mencakup berbagai jenis perhiasan, dengan harga mulai dari yang terjangkau sekitar 35 ribu rupiah hingga yang lebih eksklusif seharga 750 ribu rupiah.
“Bahan-bahan untuk karya seni diperoleh dari berbagai daerah, termasuk batu fosil dari Banten, fosil kayu, serta bahan alam lainnya seperti daun kering dan warna-warna alam seperti coklat dan hijau,”ungkapnya, Selasa 17 Oktober 2023.
Dalam upaya memasarkan karyanya, Srikusraeti memanfaatkan media sosial, terutama Instagram dan grup WhatsApp. Mereknya, Dkoescraft, diambil dari nama Srikusraeti (Koesraeti) dan nama ayahnya (Koesma).
“Saya juga menerima permintaan khusus dan pesanan untuk pernikahan,”imbuhnya.
Bisnis kerajinan tangan Srikusraeti, Dkoescraft, adalah contoh nyata bagaimana kerja keras, semangat pantang menyerah, dan kreativitas bisa menghasilkan kesuksesan. Untuk melihat lebih banyak karya seninya dan berhubungan dengannya, Anda dapat mengunjungi Instagramnya di @dkoescraft atau mengirim email ke srikusraeti@gmail.com.









