KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Stadion Benteng Reborn kembali menjadi saksi semangat luar biasa para atlet disabilitas dalam ajang Walikota Cup Atletik Paralympic Disabilitas Kota Tangerang 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Mei 2025.
Kompetisi ini diikuti oleh puluhan atlet disabilitas dari berbagai wilayah di Kota Tangerang yang berlaga di empat nomor perlombaan, yaitu Lari 100 meter putra dan putri Tuna Grahita, Tolak Peluru Tuna Netra, Lompat Jauh Tuna Rungu, serta Lari 100 meter Tuna Daksa.
Ketua Panitia Pelaksana dan juga seorang Tuna Netra , Muhammad Subur, menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.
“Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi. Para atlet disabilitas yang tampil di sini adalah teladan semangat, kerja keras, dan sportivitas,” ujarnya kepada Lensa Banten pada Selasa pagi, 27 Mei 2025.
Muhammad Subur juga menambahkan bahwa ajang ini berperan penting dalam menjaring atlet-atlet potensial untuk pembinaan jangka panjang.
“Dalam pertandingan ini banyak menghasilkan bibit unggul untuk Kota Tangerang, yang nantinya akan dipersiapkan untuk ajang Peparda tahun depan. Ada 48 keping medali yang diperebutkan sebelum penutupan besok, dan hari ini berlangsung babak penyisihan hingga final,” tuturnya.
Calon-calon atlet ini akan direkrut dan diseleksi kembali untuk dijadikan atlet binaan. Ia pun mengapresiasi dukungan dari Dispora Kota Tangerang yang sangat baik.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus berjalan agar bisa memunculkan bibit-bibit baru, khususnya dari kalangan Tuna Netra, Tuna Daksa, dan Tuna Grahita,” imbuhnya.
Selama berlangsungnya perlombaan, antusiasme dan dukungan dari penonton tampak memadati tribun Stadion Benteng Reborn. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap langkah para atlet yang menunjukkan kegigihan dan kemampuan fisik yang luar biasa.
Salah satu peserta SMP 6 Kota Tangerang yang mengikuti lomba lari 100 meter pria Tuna Grahita, Adit (15), menyatakan rasa bangganya bisa ikut serta dalam ajang ini.
“Saya senang sekali bisa bertanding dan berlatih keras untuk ini. Saya ingin buktikan bahwa kami bisa berprestasi seperti atlet lainnya,” ungkapnya usai meraih medali emas di kategorinya.
Ajang ini diharapkan menjadi wadah pengembangan bakat serta motivasi bagi para penyandang disabilitas untuk terus berprestasi di bidang olahraga. Panitia bersama Pemerintah Kota Tangerang juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan inklusif dan pembinaan atlet difabel di masa mendatang.
Dengan semangat solidaritas dan inklusi, Walikota Cup Atletik Paralympic 2025 tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga perayaan keberagaman dan semangat juang tanpa batas.










