Riset: Sering Terpapar Matahari Belum Tentu Tingkatkan Kadar Vitamin D

Jalan Cepat: Olahraga Murah yang Menjaga Jantung Tetap Sehat
Jalan Cepat: Olahraga Murah yang Menjaga Jantung Tetap Sehat. ilustrasi : Pexels

SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Paparan sinar matahari yang tinggi tidak selalu menjamin seseorang memiliki kadar vitamin D yang optimal di dalam tubuh. Temuan tersebut diungkap dalam sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa status vitamin D dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya intensitas paparan sinar matahari.

Penelitian tersebut menyoroti bahwa meski tinggal di wilayah dengan paparan sinar matahari melimpah, sebagian orang tetap berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini terjadi karena pembentukan vitamin D dalam tubuh juga dipengaruhi oleh usia, warna kulit, penggunaan tabir surya, pola berpakaian, indeks massa tubuh, hingga asupan makanan yang mengandung vitamin D.

Bacaan Lainnya

Para peneliti menjelaskan bahwa sinar ultraviolet B (UVB) memang berperan dalam merangsang produksi vitamin D pada kulit. Namun, respons setiap individu berbeda sehingga durasi berjemur yang sama belum tentu menghasilkan kadar vitamin D yang serupa.

Selain paparan matahari, konsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan berlemak, telur, produk susu yang difortifikasi, maupun suplemen apabila diperlukan, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan vitamin D.

Hasil penelitian ini mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kebiasaan berjemur sebagai satu-satunya cara memenuhi kebutuhan vitamin D. Pemeriksaan kadar vitamin D serta penerapan pola makan bergizi seimbang tetap diperlukan, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami defisiensi vitamin D.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.