JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – TikTok, platform distribusi video singkat terkemuka, memperkuat komitmennya dalam menjaga integritas Pilkada 2024 melalui lokakarya bertajuk “Lokakarya #SalingJaga TikTok Indonesia bersama Bawaslu dan KPU”. Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.
Lokakarya ini bertujuan untuk memperkenalkan kebijakan TikTok terkait pemilu, termasuk cara melaporkan konten yang melanggar aturan Pilkada 2024. Selain itu, TikTok juga memaparkan Pusat Panduan Pilkada 2024, sebuah laman khusus dalam aplikasi yang memberikan informasi resmi terkait pelaksanaan Pilkada.
“Kami sangat menghargai kerja sama Bawaslu dan KPU dalam melawan misinformasi dan menjaga integritas Pilkada 2024. TikTok berkomitmen melindungi pengguna dan integritas pemilu melalui langkah proaktif,” ujar Firry Wahid, Head of Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia.
Dalam lokakarya ini, para peserta diberikan pemahaman tentang kebijakan Akun Pemerintah, Politisi, dan Partai Politik (GPPPA), yang melarang penggunaan fitur monetisasi TikTok untuk kegiatan politik. TikTok juga menegaskan larangan iklan politik, termasuk iklan berbayar dan konten politik berbayar oleh kreator.
Selain itu, TikTok menjelaskan skema moderasi konten yang melibatkan teknologi dan manusia, serta cara mengatasi konten yang melanggar aturan, seperti misinformasi, konten berbasis AI, penipuan, dan operasi terselubung.
Bawaslu dan KPU memberikan apresiasi atas langkah TikTok dalam menjaga integritas Pilkada. “Kami menyambut baik upaya TikTok dalam melawan hoaks dan misinformasi, serta menjaga Pilkada tetap bersih,” kata Lolly Suhenty, Komisioner Bawaslu RI. Komisioner KPU RI, Betty Epsilon Idroos, menambahkan bahwa kolaborasi dengan platform digital seperti TikTok sangat penting dalam penyelenggaraan pemilu yang transparan dan aman.
TikTok juga terus menjalankan kampanye #SalingJaga, mengajak warganet untuk bertanggung jawab dalam membuat, mengonsumsi, dan membagikan informasi secara benar dan aman di ruang digital. Firry Wahid menutup lokakarya dengan ajakan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kebenaran informasi demi pengalaman digital yang lebih positif.










