KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Isu dugaan pungutan liar (pungli) di SD Negeri Sudimara 6, Ciledug, Tangerang, Banten, mencuat dan menjadi viral di media sosial. Kejadian ini memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan semangat program pemerintah yang bertujuan mendukung kebijakan Presiden.
Dalam isu yang beredar, beberapa warga mengeluhkan adanya pungutan saat menerima makanan dari program yang seharusnya gratis. Dugaan praktik ini pun memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk warganet yang meminta tindakan tegas terhadap pelaku.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (PJ) Gubernur Banten, Ucok Abdulrauf Damante, memberikan pernyataan tegas saat menghadiri kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia di SMA KI Hajar Dewantoro, Tangerang.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk pungli harus ditindak secara serius, apalagi jika berkaitan dengan program gizi untuk siswa.
“Pungli itu harus ditindak, apalagi berkaitan dengan gizi. Program ini harus sampai ke siswa sesuai instruksi Bapak Presiden. Kami bersama Forkopimda Kota dan Kabupaten akan terus aktif dalam mengawasi pelaksanaannya,” ujar PJ Gubernur Banten, Jumat, 24 Januari 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa insiden ini telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten setelah viral di media sosial. Pemprov berjanji akan menyelidiki kasus ini dan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran.
“Kami baru menerima kabar ini dan sedang melakukan penyelidikan. Jika terbukti, pelaku pungli pasti akan ditindak sesuai hukum. Ke depannya, pemerintah kabupaten dan kota akan meningkatkan pengawasan untuk mencegah kasus serupa,” tegasnya.
Di sisi lain, warganet ramai-ramai mengecam dugaan pungli tersebut. Banyak yang menilai praktik ini mencederai niat baik pemerintah dalam membantu masyarakat kecil.
“Kalau benar ada pungutan, ini sudah mencederai niat baik pemerintah. Kasihan masyarakat kecil yang jadi korban,” tulis salah satu komentar di media sosial.
Hingga kini, pemerintah setempat masih menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Publik berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selanjutnya.









