TANGSEL, LENSABANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, telah meminta warganya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan karena cuaca panas terik yang sedang melanda wilayah tersebut. Suhu udara di Kota Tangerang Selatan dapat mencapai 37,5 derajat Celsius, dan menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas ini diperkirakan akan berlanjut beberapa waktu ke depan.
Benyamin Davnie menyebut bahwa pemerintahannya telah berkoordinasi dengan BMKG untuk menghadapi cuaca panas ini dan akan mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat. Imbauan tersebut akan mencakup saran untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, minum air putih yang cukup, menghindari air dingin, serta menggunakan sunscreen dan payung.
“Nanti akan kami buat imbauan ke masyarakat karena ini masih akan terjadi beberapa waktu ke depan,” ujarnya baru-baru ini.
Penjelasan dari BMKG menyebutkan bahwa cuaca panas ini dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer, termasuk cuaca cerah yang minim awan dan musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek. Selain itu, pergerakan semu matahari yang menuju selatan ekuator juga membuat wilayah ini mendapatkan pengaruh penyinaran matahari yang lebih intens pada pagi dan siang hari.
Dengan imbauan ini, pemerintah berusaha untuk mengurangi risiko dampak kesehatan akibat cuaca panas yang ekstrem, seperti heatstroke atau dehidrasi.
BACA JUGA :









