KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID –Warga Kampung Alfatah RT 07/03, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, mengeluhkan gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari selama sepekan terakhir. Pemadaman terjadi 2 hingga 3 jam per hari, dan terkadang hanya sebagian rumah yang terdampak. Tak hanya padam, aliran listrik yang lemah atau spaning rendah juga menjadi masalah rutin warga.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tapi juga menghambat roda ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari usaha rumahan.
Amir, seorang pedagang es blender, mengaku penghasilannya menurun akibat listrik sering padam.
“Kami di sini banyak usaha kecil yang bergantung listrik. Kalau terus mati kayak gini, alat-alat kami bisa cepat rusak. Jualan pun terganggu,” keluh Amir, Rabu 21 Mei 2025.
Masalah serupa dialami Deni, penjahit rumahan yang mulai kehilangan pelanggan.
“Sudah seminggu saya dapat komplain. Gimana mau cepat? Listrik sering mati. Kadang total, kadang sebagian aja yang padam,” ujarnya.
Keluhan warga bukan hanya soal padamnya listrik, tapi juga aliran listrik yang lemah yang membuat peralatan elektronik bekerja tidak optimal. Hal ini diperparah oleh sistem meteran listrik otomatis yang langsung memutus arus jika tagihan terlambat dibayar.
“Kami menerima aturan meteran otomatis, itu sudah jadi konsekuensi. Tapi kami juga berhak dapat pelayanan yang baik. Kalau memang alirannya overload, ya tolong diperbaiki, itu kan tugas PLN,” ujar Bang Dayat, warga lainnya, yang mengaku alat elektronik di rumahnya rusak akibat gangguan listrik tersebut.
Warga menegaskan bahwa mereka sudah berulang kali melapor ke pihak PLN, namun gangguan terus berulang. Mereka berharap PLN segera memperbaiki jaringan dan menstabilkan aliran listrik agar kegiatan usaha dan aktivitas rumah tangga bisa kembali normal.









