LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID — Dalam rangka mempersiapkan pembukaan Rumah Membaca Marimba 3 di Kampung Cipurun, Lebak Selatan, telah diselenggarakan Workshop Relawan Fasilitator yang melibatkan relawan dari DESTANA (Desa Tangguh Bencana) Desa Situregen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Marimba, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), dan mahasiswa Humanity Project Batch ke-6 dari Universitas Multimedia Nusantara.
Tujuannya adalah untuk membekali para relawan dengan keterampilan literasi dan edukasi kebencanaan yang kontekstual, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan anak-anak di wilayah rawan bencana.
Kampung Cipurun sendiri merupakan salah satu wilayah di Lebak Selatan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam, seperti gempa bumi dan potensi megathrust yang dapat memicu tsunami maupun longsor. Dalam konteks ini, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai alat penting dalam membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan komunitas, terutama anak-anak.
“Penanaman literasi sejak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter anak yang berpikir kritis, mandiri, dan tanggap terhadap perubahan lingkungan. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan
memahami informasi, mengenali risiko, serta mengambil keputusan yang tepat di situasi darurat. Anak-anak yang terbiasa membaca cenderung lebih cepat memahami instruksi keselamatan, mengingat langkah-langkah evakuasi, dan
menyerap pengetahuan tentang mitigasi,”
— Aina, Project Manager Marimba 3
Workshop ini berlangsung secara interaktif dan menyenangkan, menggabungkan berbagai pendekatan edukatif seperti:
● Pengantar literasi anak
● Simulasi penyampaian edukasi kebencanaan yang komunikatif dan berbasis
permainan
● Strategi trauma healing dan pendekatan afektif untuk membangun kelekatan
emosional antara relawan dan anak
● Diskusi dan refleksi bersama mengenai kondisi geografis Kampung Cipurun serta
pengalaman lapangan para relawan DESTANA
Melalui kegiatan ini, relawan tidak hanya belajar menyampaikan materi, tetapi juga memahami bagaimana mendampingi anak-anak agar tidak panik dan lebih siap menghadapi potensi bencana.
“Dari workshop ini, saya bisa memahami bagaimana mitigasi dan bagaimana kita membuat anak-anak itu tidak panik dari sesuatu yang terjadi, sebelum terjadinya bencana seperti gempa bumi. Dan untuk itu, terima kasih buat teman-teman mahasiswa yang sampai saat ini sudah konsisten membantu kita dalam memahami mitigasi bencana. Pesan saya: tetap semangat dan jangan pernah lupa ke Desa Situregen. Terima kasih.”
— Relawan DESTANA Desa Situregen
Rumah Membaca Marimba 3 merupakan bagian dari program literasi komunitas Marimba, yang telah hadir sebelumnya di:
● Desa Panggarangan (Marimba 1)
● Kampung Nagajaya (Marimba 2)
Dan kini diperluas ke:
● RA Annajah, Kampung Cipurun (Marimba 3)
Melalui inisiatif ini, Marimba bertujuan menciptakan generasi anak yang literat, tangguh, dan peduli lingkungan, dengan pendekatan literasi inklusif dan edukasi kebencanaan berbasis komunitas.
Dengan menggandeng GMLS, DESTANA, dan berbagai mitra lokal, Marimba berharap dapat menciptakan ekosistem belajar yang adaptif, aman, dan berkelanjutan di wilayah rawan bencana.
Workshop ini menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi antara masyarakat lokal, relawan, dan mahasiswa, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan.









