Yati Lawan Vertigo Bersama Program JKN

Yati Lawan Vertigo Bersama Program JKN

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang, tak terkecuali. Salah satunya bagi Yati (57) yang mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Yati menceritakan pengalamannya mendapatkan layanan fasilitas kesehatan menggunakan program JKN. Meski sehari-hari bekerja sebagai buruh harian yang membantu memetik cabai di Pasar Tanah Tinggi, Yati mengaku tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, baik di puskesmas maupun rumah sakit dengan program JKN.

Bacaan Lainnya

“Saya itu cuma bantu-bantu di Pasar Tanah Tinggi. Kadang sehari dapat upah, kadang engga juga. Jadinya kalau ditanya harus bayar rumah sakit, kayaknya enggak sanggup. Tapi Alhamdulillah ada program JKN, semuanya jadi mungkin. Saya bisa berobat rutin di puskesmas tanpa keluar uang sepeserpun. Bahkan pernah sampai dibawa ke rumah sakit pun saya juga gak ngeluarin uang sepeserpun,” ujar Yati pada Kamis 13 November 2025.

Yati bercerita bahwa dirinya sudah menjadi peserta JKN selama beberapa tahun terakhir dan sangat merasakan manfaatnya. Ia mengaku beberapa waktu lalu sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Cipondoh karena mengalami pusing berat yang tak kunjung reda.

Saat itu, dokter menyatakan bahwa Yati mengalami vertigo. Sebagai masyarakat kecil yang bekerja serabutan, ia mengaku tidak mungkin sanggup membayar biaya berobat bila harus membayar sendiri. Ia bersyukur dengan kehadiran program JKN.

BACA JUGA  : BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda 2025, Gen Z Siap Perkuat Literasi JKN

“Waktu itu pusing banget saya, pusing tujuh keliling sampai gak bisa bangun. Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan kata dokter harus dirawat beberapa hari. Alhamdulillah banget saya gak ngeluarin uang sepeserpun, semua ditanggung program JKN katanya. Saya gak tahu bagaimana kalau waktu itu program JKN saya tidak aktif. Kalau bisa menyampaikan langsung, saya mau berterima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program ini,” tutur Yati.

Sejak kejadian itu, Yati kini rutin memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Tanah Tinggi. Ia merasa nyaman dan percaya dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan di sana.

Menurutnya, pelayanan di puskesmas kini semakin baik dan ramah terhadap peserta JKN. Setiap kali datang untuk kontrol atau mengambil obat, para tenaga kesehatan selalu memberikan perhatian dan pengingat agar ia tidak lupa minum obat secara teratur.

“Petugas di puskesmasnya baik-baik dan perhatian. Mereka suka ingetin saya, ‘Bu Yati jangan lupa obatnya diminum, ya.’ Jadi saya merasa diperhatikan juga sebagai pasien. Padahal saya ngerasa cuma orang biasa, tapi diperhatikan sebegitunya. Semua layanannya juga gratis, ketemu dokter sampai obat yang diberikan. Saya gak bisa bayangin berapa banyak biaya yang keluar kalau gak pakai program ini,” ujar Yati.

BACA JUGA  : 17 Ribu Peserta BPJS Kesehatan Kota Tangerang Dinonaktifkan Pasca DTSEN, DPRD Dorong Percepatan Verifikasi PBI

Menutup cerita, Yati menegaskan bahwa kesehatan adalah harta paling berharga yang harus dijaga dan program JKN menjadi salah satu bentuk perlindungan yang nyata dari negara. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari peserta yang turut merasakan manfaatnya secara langsung.

Yati kembali mengucap syukur karena hingga hari ini ia masih bisa beraktivitas, bekerja, dan menikmati hidup tanpa harus terbebani oleh biaya pengobatan.

“Saya cuma ingin tetap sehat, bisa bantu-bantu di pasar, bisa makan dari hasil kerja sendiri. Kalau sakit, saya tenang karena ada program JKN. Saya berharap program ini terus ada dan berjalan dengan baik karena program ini harapan bagi masyarakat kecil seperti kami. Terima kasih banyak buat BPJS Kesehatan dan pemerintah yang telah melaksanakan program ini dengan baik. Saya bangga menjadi salah satu dari sekian banyaknya peserta program JKN,” tutup Yati.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.