LENSABANTEN.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tine Al Muktabar, merayakan Hari Kesatuan PKK ke-51 Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang. Acara ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kader PKK Provinsi dalam upaya percepatan penanganan stunting.
Menurut data dari e-dasawisma PKK Provinsi Banten, terdapat penurunan angka stunting dalam program percepatan penanganan. Dari jumlah awal sebanyak 29.794 anak yang terkena stunting, saat ini telah tercatat 19.055 anak yang berhasil pulih. Sementara itu, 10.739 anak lainnya masih dalam tahap penanganan. Capaian ini memberikan optimisme bagi Al Muktabar terkait upaya mencapai target penurunan angka stunting yang lebih baik.
“Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat, baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten dan Kota, atas pencapaian yang telah kita raih. Ini adalah hasil dari kerja sama bersama,” ujar Al Muktabar, Sabtu 16 September 2023.
Meskipun begitu, Al Muktabar tetap menekankan pentingnya upaya terus-menerus untuk meningkatkan capaian saat ini dengan mempertahankan kerja sama yang telah terjalin.
“Kekompakan dan solidaritas yang kuat adalah modal utama kita. Kita terus memantau setiap langkah agar pendekatan kita tepat sasaran,” tambahnya.
Al Muktabar juga mengungkapkan bahwa langkah-langkah preventif, kuratif, dan promotif terus ditingkatkan. Langkah kuratif mencakup pemberian makanan bergizi kepada anak-anak yang berpotensi mengalami stunting serta bantuan beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat luas, baik yang dilakukan oleh TP PKK hingga tingkat desa, maupun oleh para kader Posyandu terus digalakkan,” jelasnya.
Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tine Al Muktabar, menambahkan bahwa dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51 ini, banyak kegiatan telah dilakukan. Ini melibatkan pemberian bantuan makanan sehat kepada masyarakat dan anak-anak yang berpotensi stunting di delapan Kabupaten dan Kota, kampanye hidup sehat, serta pagelaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PKK se-Banten.
“Kunci keberhasilan dalam penurunan angka stunting adalah kerja sama yang kuat. TP PKK dari tingkat Provinsi hingga Desa bersama-sama melakukan pendampingan kepada anak-anak yang berpotensi stunting dan melaporkannya melalui aplikasi e-dasawisma,” tegasnya.
Selama peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51, hadiah dan piala juga diberikan kepada TP PKK yang menjadi juara dalam berbagai kompetisi yang telah diselenggarakan sebelumnya. Kompetisi tersebut mencakup keteraturan penggunaan aplikasi e-dasawisma, persentase penginputan data pemantauan di tingkat Desa dan Kelurahan.
Selain itu, pendampingan stimulasi/pola asuh pada anak yang mengalami stunting, program ketahanan ekonomi keluarga, pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman unggulan, hingga pendampingan nutrisi dan perkembangan anak yang mengalami stunting juga mendapat perhatian dalam acara ini.
“Kabupaten Tangerang meraih gelar juara umum untuk tingkat Kabupaten, sementara Kota Tangerang meraihnya untuk tingkat Kota. Di sana, akumulasi dari berbagai kompetisi tersebut sangat baik,” ungkapnya.
Dengan peringatan ini, Provinsi Banten menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Melalui kerja sama yang kokoh antara berbagai pihak, diharapkan penurunan angka stunting akan terus berlanjut dan mencapai hasil yang lebih positif di masa depan.









