KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang terus mengembangkan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan lima potensi unggulan yang menjadi daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan kelima konsep wisata ini dirancang untuk menjawab karakter kota yang tidak memiliki potensi wisata alam seperti pegunungan atau pantai.
“Potensi unggulan wisata yang ada ialah, sumber daya alam, wisata buatan, wisata religi, wisata kuliner, hingga penyelenggaraan event untuk menarik kunjungan wisatawan,” ujar Boyke, Senin 13 April 2026.
Salah satu potensi yang tengah didorong di sumber daya alam pada wisata air di kawasan Sungai Cisadane, Situ Cipondoh, Situ Gede, dan Situ Bulakan.
Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala kewenangan karena berada di bawah pengelolaan pemerintah pusat melalui BBWS Ciliwung-Cisadane serta Pemerintah Provinsi Banten.
Di sisi lain, konsep wisata buatan terus diperkuat melalui pembangunan taman tematik di berbagai sudut kota sebagai ruang publik sekaligus destinasi rekreasi masyarakat. Selain itu, pengembangan kampung tematik berbasis ekonomi dan budaya juga menjadi andalan.
“Dari total 13 kecamatan dan 104 kelurahan, sejumlah wilayah telah memiliki identitas wisata khas, salah satunya Kampung Nastar di Kecamatan Larangan yang dikenal sebagai sentra produksi kue nastar berkualitas ekspor,”ujar Boyke.
Ada pula Kampung Beksi yang fokus melestarikan seni bela diri tradisional Betawi Tangerang.
BACA JUGA : Kunjungan Wisatawan Tembus 13,9 Juta, Kota Tangerang Andalkan Wisata Buatan dan Kuliner
Pengembangan wisata juga menyentuh sektor religi dan budaya. Di kawasan yang sama, berdiri berdampingan Masjid Kali Pasir dan Klenteng Boen Tek Bio, yang menjadi simbol akulturasi budaya dan toleransi antarumat beragama yang telah terjalin selama ratusan tahun.
“Sementara itu, wisata kuliner menjadi magnet utama dengan ragam sajian khas seperti Laksa Tangerang hingga kawasan Pasar Lama Tangerang yang selalu ramai pengunjung,”imbuhnya.
Produk legendaris seperti kecap Benteng dan dodol Ny. Lauw juga turut memperkuat identitas kuliner daerah.
Di sektor ekonomi kreatif, berbagai produk lokal seperti kerajinan berbahan eceng gondok hingga ketapel khas Tangerang telah menembus pasar internasional dan dipamerkan dalam ajang seperti Inacraft.
Boyke melanjutkan, penyelenggaraan event juga rutin dilakukan, seperti Festival Cisadane dan Benteng Culture Festival yang melibatkan ribuan pelaku seni. Selain itu, Festival Mookervart digelar untuk mengenalkan cagar budaya pintu air peninggalan Belanda.
BACA JUGA : Sungai Cisadane Didorong Jadi Magnet Wisata Perkotaan
“Festival Cisadane yang digelar selama empat hari mampu mencatat perputaran ekonomi hingga Rp4,17 miliar, sekaligus meningkatkan okupansi hotel dan omzet UMKM hingga 30 persen,”ungkapnya.
Konsep sport tourism juga terus dikembangkan, termasuk kepercayaan menjadikan Kota Tangerang sebagai salah satu tuan rumah ajang lari internasional Kompas 10K 2026.
Dengan beragam potensi tersebut, Pemkot Tangerang optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah berbasis urban.










