KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah terus menggenjot sektor pariwisata di Kota Tangerang dengan mengandalkan konsep wisata perkotaan berbasis buatan, sebagai strategi utama mendongkrak kunjungan dan perputaran ekonomi daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan secara geografis Tangerang tidak memiliki potensi wisata alam seperti pantai maupun pegunungan. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan pengembangan pada destinasi buatan agar tetap mampu menarik wisatawan.
“Strateginya adalah menjadikan Tangerang sebagai kota tujuan kunjungan. Kami dorong wisata buatan, sehingga wisatawan datang dan membelanjakan uangnya di sini, yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian kota,” ujar Boyke, Senin 13 April 2026.
Upaya tersebut menunjukkan hasil signifikan. Data Dinas Pariwisata mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dari hanya sekitar 651.585 kunjungan pada 2020 akibat pandemi, jumlah wisatawan meningkat menjadi 1.088.923 pada 2021, seiring penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Tren positif berlanjut pascapandemi. Pada 2023, jumlah kunjungan melonjak tajam hingga 13.602.628 wisatawan, didorong aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) serta berbagai event unggulan. Meski sempat turun menjadi sekitar 12,5 juta pada 2024 akibat faktor tahun politik, angka kunjungan kembali meningkat pada 2025 menjadi 13.934.266 wisatawan.
Boyke menjelaskan, lonjakan signifikan sejak 2023 juga dipengaruhi integrasi data dari sektor pusat perbelanjaan dan wisata kuliner yang konsisten menyumbang lebih dari 12 juta kunjungan setiap tahun.










