JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID — Artha Graha Peduli (AGP) melanjutkan Program Pasar Murah AGP 2026 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan membantu masyarakat, terutama kelompok paling membutuhkan di tingkat akar rumput.
Program ini merupakan kelanjutan pasar murah yang telah digelar sejak 11 Desember 2025, dengan tujuan memperluas jangkauan dan dampak bagi warga yang terdampak tekanan ekonomi maupun bencana.
Pada 2026, Pasar Murah AGP digelar di berbagai wilayah Indonesia dengan sasaran utama masyarakat rentan. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang terdampak bencana alam, seperti longsor dan banjir rob, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami gangguan aktivitas ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Melalui program ini, AGP berupaya meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
AGP menilai keberlanjutan Pasar Murah juga dapat berkontribusi menekan laju inflasi pasca-Tahun Baru dan membantu menjaga daya beli masyarakat. Dengan menyediakan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga lebih terjangkau, warga diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak di tengah dinamika ekonomi yang menantang.
Agar tepat sasaran, AGP melakukan pemetaan wilayah dan berkoordinasi dengan aparat setempat, tokoh masyarakat, serta relawan di lapangan. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Pelaksanaan Pasar Murah AGP 2026 merupakan dukungan nyata terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi. AGP berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan solusi konkret di lapangan, terutama di wilayah dan kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau program bantuan,” ujar PIC Lapangan Bank Artha Graha Internasional Cabang Cinere, Harsa Asterina.
Selain penyediaan sembako murah, AGP juga menghadirkan layanan kesehatan, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan ini disertai penyuluhan pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pencegahan penyakit, khususnya bagi masyarakat rentan, termasuk lansia dan warga terdampak bencana.









