SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengawali 2026 dengan memperkuat fondasi bisnis melalui kerja sama jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pasokan baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebesar 10 kiloton per bulan selama satu tahun.
Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini menegaskan posisi Krakatau Steel sebagai pemain utama industri baja hulu nasional. Kerja sama tersebut memberikan kepastian pasokan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat integrasi rantai pasok di tengah dinamika pasar global.
Penandatanganan LTSA dilakukan oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel Hernowo dan Presiden Direktur PT Tata Metal Lestari Stephanus Bagus Pambudi Koeswandi di Jakarta. Menurut Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Akbar Djohan, kolaborasi hulu–hilir menjadi kunci membangun struktur industri baja nasional yang lebih sehat dan berdaya tahan.
Kemitraan Krakatau Steel dan Tata Metal Lestari juga telah membuahkan kinerja ekspor. Sepanjang 2025, kedua perusahaan mengekspor produk baja ke Amerika Serikat dengan total volume 15.000 ton. Capaian ini menunjukkan produk Krakatau Steel memenuhi standar kualitas global dan mampu bersaing di pasar dengan proteksi tinggi.
Hernowo menyatakan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah terjalin sebelumnya dan berperan penting dalam memperkuat ekosistem industri baja nasional. Sinergi jangka panjang tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi dan industrialisasi, sekaligus memperkuat ketahanan industri dalam negeri.










