Ahmad Syailendra, S. Sos (Pengamat Politik)
Dinamika Politik Pilkada serentak Provinsi Banten dan Wilayah sekitarnya semakin menarik pasca deklarasi yang di lakukan oleh koalisi Banten Maju (KBM) yang dilakukan oleh Pengurus Teras DPP dan DPD/DPW Banten masing-masing Partai Politik. Partai Gerindra, PAN, PSI, PKS, Nasdem, di pimpin langsung oleh ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco mendukung Andra Soni Dimyati, menandakan Banten notabene wilayah yang sangat penting untuk dimenangkan.
Selain lima Partai tersebut belakangan PKB dan PPP Di rumorkan merapat KBM, membuat Partai-Partai yang belum deklarasi semakin gesit untuk menjalin Komunikasi politik yang Konkret. PDIP, Demokrat Dan Golkar tidak bisa bersantai ria, mesti jeli dalam melihat peta sisa kekuatan koalisi yang akan di bangun.
Fenomena surat tugas yang di keluarkan oleh DPP pada kader Partai belum dapat di katakan konkret dan luas dalam luwesnya bangunan koalisi yang di bangun.
Hingga bisa di katakan “Gagal” sementara waktu ini untuk meyakinkan koalisi dengan partai lain. Dan memang kalah cepat dalam rangka membangun hubungan baik untuk memantapkan kerja sama antar partai.
Rumah Politk Koalisi Banten Maju
Pasca Deklarasi KBM menegasikan sebagai rumah politik baru di Banten yang akan melawan kekuasaan lokal Banten yang selama ini berkuasa keluarga Atut. Tidak bisa di anggap remeh dengan melihat sosok yang di tampilkan sebagai calon kepala daerah Banten Andra Soni (Ketua DPRD Banten) Dimyati (Mantan Bupati Pandeglang) dan politisi PKS.
Rangkaian puzzle terbentuknya rumah politik KBM karena kehadiran tokoh-tokoh Banten yang dekat dengan kekuasaan baru Ahmad Muzani, Wahidin Halim, Yandri Susanto, Gembong dan Isyana Ida Bagus Oka. Koalisi Indonesia Maju yang akan memerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk dapat “merusak” Rangkaian Puzzle yang sudah terbentuk dengan rapih perlu kekuatan rumah politik besar yang selama ini sudah mengakar di Banten, yakni Golkar melalui keluarga besar Atut.
Namun sampai saat ini, rumah besar yang sudah lama berkuasa di Banten belum mengindikasikan akan berlabuh dan atau membangun koalisi dengan Partai yang tersisa.
Meskipun ramai di gadang-gadang Airin Ade Golkar PDI-P, Namun Konstelasi politik semakin menarik ketika Rano Karno membangun komunikasi dengan Iti Jayabaya Ketua demokrat Banten. Walaupun jeda waktu pendaftaran masih ada waktu 2 bukan lebih kurangnya, jelang 27 – 29 Agustus 2024.
Perspektif elite partai melihat begitu penting provinsi Banten dengan Jumlah pemilih ke lima terbesar se Indonesia, yang harus di menangkan di pilkada 2024.
Elite nasional pegang kendali penuh dalam permainan catur politik lokal di Banten, para menteri -menteri sudah turun gunung untuk obyektivasi Rumah Politik baru melalui Koalisi Banten Maju di pilkada Banten 2024.
Golkar di Banten harus cepat mengunci koalisi, paling rasional dengan Demokrat karena Jika PDI-P yang Di usung Rano Karno, kemungkinannya Tidak Ada Titik temu antara Siapa yang menjadi Banten satu atau Banten dua. Itupun jika Demokrat tidak berlabuh ke KBM koalisi rumah politik baru di Banten.









