TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kota Tangerang sejak Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 05.20 WIB. Cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya banjir di sejumlah kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 350 sentimeter di beberapa lokasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan intensitas hujan tinggi yang terjadi secara merata menjadi penyebab utama meningkatnya debit air di sungai dan saluran drainase.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa wilayah tidak mampu menampung debit air, sehingga terjadi genangan hingga banjir di sejumlah titik,” ujar Andia.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Kota Tangerang yang diperbarui pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 11.20 WIB, banjir melanda enam kecamatan, yakni Benda, Jatiuwung, Cipondoh, Periuk, Karang Tengah, dan Batuceper. Dampak banjir meliputi permukiman warga, jalan raya, serta jembatan penghubung.
Di Kecamatan Periuk, banjir dilaporkan cukup parah, khususnya di wilayah Periuk Damai RW 08 dengan ketinggian air mencapai hingga 350 sentimeter. Selain itu, genangan juga merendam kawasan Garden City, Perumahan Mutiara Pluit, Periuk Taman Elang, dan Total Persada Raya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kota Tangerang langsung mengerahkan personel ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat. Andia menyebutkan, upaya penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam situasi ini.
“Kami fokus pada keselamatan warga. Personel kami kerahkan bersama perahu untuk membantu mobilisasi dan evakuasi warga di lokasi yang terdampak cukup parah,” katanya.
BPBD juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait, tim siaga, aparat wilayah, relawan, serta layanan darurat 112. Penyedotan genangan di fasilitas umum, evakuasi pohon tumbang, hingga pendistribusian logistik dan bantuan tenaga medis turut dilakukan.
Menurut Andia, posko kesehatan dan dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.
“Posko kesehatan dan dapur umum sudah kami siapkan agar warga tetap mendapatkan layanan kesehatan dan kebutuhan logistik selama masa penanganan,” jelasnya.
Dalam perkembangan terbaru, pantauan tinggi muka air melalui CCTV menunjukkan debit air sungai di wilayah tengah dan timur Kota Tangerang mulai berangsur surut. Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
“BMKG masih mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat dengan status waspada. Kami imbau warga untuk tetap berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Andia.
BPBD Kota Tangerang membuka layanan darurat melalui Emergency Call Center 112 serta Hotline BPBD 24 jam di 021-5582144 untuk laporan dan permintaan bantuan.










