Berkat Program JKN, Keluarga Evi Terbantu Biaya Perawatan Stroke

Berkat Program JKN, Keluarga Evi Terbantu Biaya Perawatan Stroke
Berkat Program JKN, Keluarga Evi Terbantu Biaya Perawatan Stroke

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kesehatan adalah hal paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan seringkali tumbuh berawal dari pengalaman pribadi. Hal inilah yang dirasakan oleh Evi Puspitasari (37), seorang ibu rumah tangga asal Kota Tangerang yang memutuskan untuk mengaktifkan kembali kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Keputusan tersebut Evi ambil setelah mengalami langsung bagaimana program JKN memberikan manfaat besar saat ayahnya mengalami stroke ringan di awal tahun 2025. Evi bercerita bahwa kejadian yang menimpa ayahnya menjadi titik balik dalam pandangan keluarganya terhadap perlindungan kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Awal tahun 2025 kemarin, Bapak saya tiba-tiba mengalami gejala stroke ringan. Saat itu, kami langsung membawa bapak ke rumah sakit dan sempat terpikirkan beban biaya yang akan kami tanggung. Beruntung, bapak saya ternyata terdaftar sebagai peserta program JKN. Seluruh biaya perawatan bapak saya ditanggung, dari pemeriksaan awal hingga rawat inap. Bahkan kini saat rawat jalan, program ini selalu membantu bapak saya. Ini sangat meringankan beban keluarga kami,” ungkap Evi, Senin,  25 Mei 2025.

Pengalaman tersebut membekas kuat dalam ingatannya. Menurutnya, tidak semua keluarga seberuntung itu untuk memiliki perlindungan finansial saat menghadapi permasalahan kesehatan seperti ini. Dari pengalaman tersebut, Evi menyadari bahwa memiliki jaminan kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga ketenangan bagi keluarga.

Tak hanya itu, Ia mengakui bahwa sebelumnya kepesertaan JKNnya sempat non aktif dan tidak segera diaktifkan kembali karena merasa tubuhnya masih sehat dan belum memerlukan perawatan kesehatan. Namun kini, dengan pengalaman yang ia dapatkan, ia memutuskan untuk melakukan pengaktifan kembali peserta program JKNnya.

“Setelah kejadian Bapak saya, akhirnya kami sekeluarga menyadari tidak perlu menunggu sakit dulu untuk mendaftarkan diri ke program JKN ini. Harus ada langkah preventif yang dilakukan oleh setiap orang untuk menjaga kesehatan dirinya. Bapak saya juga menyarankan untuk segera mengaktifkan kembali kepesertaan JKN saya dan anak-anak saya. Bapak juga menyarankan lebih baik mencegah dan bersiap dari sekarang daripada menunggu sakit seperti kondisi Bapak sekarang,” tuturnya.

Dalam ceritanya, Evi menjelaskan bahwa proses aktivasi kembali kepesertaan JKN pun dijalaninya dengan mudah. Ia juga sempat meminta bantuan untuk mengaktifkan aplikasi Mobile JKNnya. Ia mengapresiasi kemudahan layanan digital yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Ia juga menambahkan bahwa fitur-fitur di dalam aplikasi Mobile JKN sangat membantunya, salah satunya adalah fitur pengecekan status kepesertaan. Menurutnya, aplikasi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan ini merupakan terobosan terbaik yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan.

“Tadi saya dibantu petugas juga untuk mengaktifkan aplikasi Mobile JKN saya. Denger dari pasien lain waktu temenin bapak rawat jalan, katanya aplikasi ini sangat membantu. Akhirnya saya memutuskan untuk mengaktifkan juga. Waktu saya lihat fitur-fiturnya memang sangat membantu. Tadi saya langsung mencoba fitur cek status kepesertaan dan berhasil. Menurut saya, aplikasi ini sangat mudah dan praktis. Saya tidak perlu jauh-jauh ke kantor cabang lagi,” ujarnya.

Kini, dengan status kepesertaan JKN yang kembali aktif, Evi merasa lebih tenang dan percaya diri menjalani kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia juga berkomitmen untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Tak hanya berkomitmen untuk memeriksakan dirinya, Evi juga berkomitmen untuk aktif mengedukasi anggota keluarga dan orang sekitarnya mengenai pentingnya memiliki program JKN. Ia berharap agar lebih banyak masyarakat menyadari bahwa sakit bisa datang kapan saja dan perlindungan kesehatan seperti program JKN merupakan bentuk ikhtiar yang nyata.

Ia pun berharap dengan langkah kecil yang dirinya lakukan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya program JKN semakin meningkat ke depannya.

“Alhamdulillah saya dan keluarga sudah tenang. Kedepannya kalau ada keluhan, kami bisa langsung periksa tanpa takut memikirkan biaya. Sekarang saya juga bertekad untuk memperkenalkan dan mengedukasi tetangga-tetangga saya untuk ikut dalam program ini. Jangan sampai sudah kena musibah baru bingung cari biaya. Kan kita tidak pernah tahu, hari ini kita yang sehat, besok bisa jadi orang lain yang menolong kita lewat sistem gotong royong ini.” tutup Evi.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.