BPBD Kota Tangerang Siapkan Grup WhatsApp Kelurahan, Warga Bisa Lapor Bencana Lebih Cepat

BPBD Kota Tangerang Siapkan Grup WhatsApp Kelurahan, Warga Bisa Lapor Bencana Lebih Cepat
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang, Mursiman, S.T.,

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya mempercepat respons penanganan kebencanaan di tingkat akar rumput. Salah satu langkah strategis yang kini dimatangkan adalah pengintegrasian jalur komunikasi antara masyarakat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui grup WhatsApp di setiap kelurahan.

Inisiatif ini bertujuan agar warga dapat melaporkan situasi kedaruratan, seperti kebakaran atau bencana alam, secara lebih cepat dan langsung (real-time).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang, Mursiman, S.T., menegaskan bahwa kemudahan akses laporan menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana. Saat ini, warga memang sudah dapat memanfaatkan layanan panggilan darurat 112 yang bebas biaya, serta menghubungi empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan empat pos damkar yang tersebar di wilayah Kota Tangerang.

Namun, untuk memperpendek jarak respons, Pemkot Tangerang akan mengoptimalkan peran 20 kelurahan tangguh yang nantinya akan tergabung dalam komunitas digital berbasis WhatsApp.

“Jika ada warga bisa melapor sedini mungkin, itu sangat membantu. Nanti, 20 kelurahan (yang telah dilatih) ini akan kita buatkan grup WhatsApp. Kami masuk ke dalam satu komunitas itu, sehingga ada apa-apa tinggal diinformasikan lewat grup tersebut. Masyarakat bisa langsung mengakses kami,” ujar Mursiman, Senin 13 Juli 2026.

Mursiman menjelaskan bahwa grup tersebut nantinya akan menjadi wadah koordinasi antara petugas BPBD dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan adanya jalur komunikasi langsung ini, diharapkan setiap kejadian di lapangan dapat terdeteksi lebih dini.

Pentingnya Kemandirian Masyarakat

Selain memperkuat infrastruktur pelaporan, Mursiman menekankan pentingnya kesiapan mental dan keterampilan teknis bagi warga, terutama mereka yang telah disahkan sebagai relawan atau bagian dari Kelurahan Tangguh. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bergantung sepenuhnya pada petugas sebelum tim evakuasi tiba.

Ia mendorong agar warga memiliki sikap tangguh dan sigap dalam menghadapi situasi darurat. Edukasi mengenai penggunaan peralatan dasar penanganan bencana, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), menjadi materi utama dalam pelatihan yang diberikan oleh BPBD kepada masyarakat.

“Masyarakat yang disahkan Pak Lurah harus memiliki sikap yang legowo dan hati yang tangguh, baik mental maupun tidak mudah panik. Setelah diberi pelatihan, mereka diharapkan bisa mengatasi situasi sendiri sebelum tim Damkar datang, terutama untuk bencana skala kecil seperti api awal yang bisa dipadamkan dengan APAR,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang kolaboratif, di mana masyarakat tidak hanya menjadi pelapor, tetapi juga garda terdepan dalam mitigasi bencana di lingkungannya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.