KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Bubuk abate alami hasil buatan siswa Sekolah dasar Negeri (SDN) 3 Kota Tangerang bakal digunakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang untuk penyuluhan di 104 Kelurahan se-Kota Tangerang.
Produk bubuk abate alami yang meraih Juara 1 Nasional dalam Lomba Wirausaha Mandiri 2023 tersebut dibuat dalam tugas kelompok siswa, salah satunya darrel Alfarizky Oktavino bersama kawan-kawannya yang di bimbing oleh guru kelas.
“Darrel itu juru bicara, di kelompoknya ada empat orang, dua atlet, satu lagi itu belum percaya diri penuh, jadi kami pilih Darrel untuk melakukan presentasi. Alhamdulillah kita terus berlatih dan presentasi bisa dilakukan kepada juru dari LIPI,”terang Kepala Sekolah SDN 3 Kota Tangerang Imas Masfupah, M.Pd.
Kepala Sekolah mengatakan, produk yang berbahan dasar alami ini sudah banyak menarik perhatian banyak orang selain dari orang tua para siwa juga dari instansi Dinkes Kota Tangerang.
“Setelah berkomunikasi dengan Kadinkes, Dinkes tertarik untuk menggunakan abate alami ini untuk penyuluhan di kelurahan di kota Tangerang oleh kader jumantik,”terangnya.
Produk juga telah dua kali di uji coba dan hasilnya baik, selama 6 jam jentik nya mati. Kemudian juga telah dilakukan pemeriksaan di BPOM.
“Kita ke BPOM karena mereka lihat ini ramah lingkungan dan dicium tidak ada zat yang membuat rusak organ tubuh kita dalam jangka waktu lama,”terangnya kepada media, Senin 9 September 2023.
Saat ini produk juga telah memiliki NIB sehingga bisa diproduksi massal. Bahan-bahannya juga lami dan mudah di dapat, seperti jeruk.
“Kedepan kami akan berdayakan orang tua murid menjadi UMKM, kita adakan pelatihan bagaiamana cara membuat abate alami, nanti mereka membuat di rumah atau di sekolah dengan kontrol dari kita. Setelah itu mereka jual ke kita dan nanti kami memasarkannya,”ungkapnya.

Pihaknya saat ini telah memiliki legalitas hukum berupa perusahaan terbatas (PT), sehingga dengan demikian upaya pengembangan usaha bisa di maksimalkan.
“Mudah mudah ini jalan dari Allah SWT untuk bisa berkembang dan menciptakan wirausaha muda sejak dini sehingga mereka bisa bertahan diantara gempuran produk yang lebih canggih,”ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Darrel Alfarizky Oktavino menuturkan rasa senangnya bisa meraih juara yang awalnya tidak diduga.
“Perasaannya saya senang dan tidak menyangka bakalan juara 1,”tuturnya.
Ia menceritakan awal ide pembuatan bubuk abate berawal dari tugas dari guru untuk menyiram tanaman dan disitu melihat ada jentik. Dari situ muncul persoalan yang kemudian di konsultasikan ke guru yang kemudian mendapatkan solusinya.
“Kami kemudian memberi tahu kepada guru kami dan kami diberi solusinya dengan membasmi jentik nyamuk dengan abate,”ujarnya.
Setelah itu, sambung Darrel ia bersama teman-temannya menggali informasi mellalui internet dan menemukan bahan alami untuk dijadikan bubuk abate yang ramah lingkungan.
TONTON VIDEONYA :









